Diary Aeleasha : Sebelum Aku Tiada

Diary Aeleasha : Sebelum Aku Tiada

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 2, 2021
Cerita ini mengisahkan seorang gadis memiliki penyakit, ayahnya meninggal karena kecelakaan, diusir dari rumah karena video beredar di sekolahnya, baru tahu bahwa ibu kandungnya telah meninggal, sahabatnya menjauhinya. Dia Aeleasha Chalondra, gadis kuat, mandiri, tegar, dan pintar, sifat itu semua saat di hadapan semua orang. Dia kecewa, marah, capek dan ingin pergi. Ia akan pergi, waktu menunggunya. "Kamu itu penyakitan, jadi kamu tidak usah lagi tinggal di rumah ini lagi, nyusahin tau nggak!" seru Ibu tirinya, Lastri. "Ma, aku nggak penyakitan!" jawabnya lantang. *** "Kamu memang wanita murahan sama seperti Ibu kandungmu," ujar Lastri. "Aku bukan wanita murahan, apa kata Mama tadi? Jadi selama ini aku bukan anak kandung Mama?" "Mama kandung kamu itu udah berani selingkuh sama suami saya, dan saya benci dengan kamu, iya kamu bukan anak kandung saya, anak saya hanya Alana. Sekarang kamu pergi dari sini, saya muak lihat wajah kamu." "Baik, Ma. Aku akan pergi." Aeleasha pergi, sebelumnya dia membaca buku diary ayahnya, dan sekarang dia diusir. *** "Good bye semua, see you" -Aeleasha Chalondra
All Rights Reserved
#327
strong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • acalapati
  • EPIPHANY
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Mawar Putih Untuk, Alea (END)
  • CHAVANDA
  • Paradise
  • Let Me Love You Longer
  • Alisa's Story

"Ran, pulang, bapak udah sayang sama kamu." °°° Kegagalan seolah telah menjadi sahabat karib bagi Hiran-anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir tepat di ambang keruntuhan keluarganya. Ketika kemewahan menjelma jadi kenangan dan tawa berubah menjadi diam panjang, Hiran hadir ke dunia. Bagi sebagian orang, ia adalah pertanda malapetaka. Pembawa sial, begitu mereka menyebutnya. Hiran tumbuh dalam keheningan yang tak pernah benar-benar ia mengerti, tapi selalu ia terima. Ia belajar membaca raut kecewa, menghafal letak luka yang tak terucap, dan memupuk kesadaran bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Pada usia delapan belas, cinta adalah kemewahan yang tak pernah ia harapkan datang. Ia tahu diri-ia tahu batasnya. Namun, semua keyakinannya mulai runtuh ketika Arabella hadir-gadis dari dunia yang tak pernah Hiran pijak. Anak konglomerat dengan senyum yang mampu menembus dinding-dinding luka. Sekali tatap, cukup untuk mengguncang hati yang selama ini ia jaga mati-matian. Dan meski perasaannya tumbuh tanpa diundang, Hiran tahu satu hal pasti: cinta ini tak boleh hidup. Ia akan menguburnya, sebelum harap kembali menyakitinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines