We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Marriage Not Dating

Marriage Not Dating

  • WpView
    Reads 641
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 3, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Berawal dari pernikahan yang tidak pernah diinginkan. pernikahan yang dijalani secara terpaksa oleh dua insan yang tidak saling mengenal. Tama yang Seorang Dokter dan juga seorang Dosen pengganti harus bersanding dengan Kinanti, Wanita yang ditolongnya tetapi malah membuatnya terpaksa menikahi gadis yang juga Mahasiswinya. ******** Kinanti dengan takut-takut melangkah ke arah Tama, ada rasa senang dibalik rasa takutnya saat melihat Tama. "Mhmm ... Mas Tama kenapa bisa ada disini ?" tanya Kinanti memberanikan diri saat berada di hadapan Tama. "Ini rumahku jadi wajar aku ada disini," jawab Tama masih tetap memandang Kinanti dengan tatapan elangnya membuat Kinanti mulai salah tingkah. Dadanya berdebar mendapat tatapan yang intens. "Jadi Aileen adik Mas ?" tanya Kinanti lagi yang dibalas anggukan Tama yang terus menatap Kinanti. "Mas jangan terus memandangku begitu, aku mulai takut," ucap Kinanti berusaha bercanda. Tama berjalan mendekat ke arah Kinanti yang refleks mundur. "Mas mau apa ?" tanya Kinanti dengan suara bergetar dan terus berjalan mundur. "Mau kamu," ucap Tama yang sudah makin dekat pada Kinanti yang pada akhirnya tidak bisa mundur lagi karena dibelakangnya dinding. "Berhenti mas ... atau aku teriak," ancam Kinanti. "Teriak saja biar aku bicara jujur kalau kita sudah menikah," ucap Tama dengan tenang yang membuat Kinanti tidak bisa berkata-kata lagi. Karena bingung akhirnya Kinanti refleks duduk memeluk lututnya dan mulai terisak. Tama kaget melihat reaksi Kinanti, ia segera mendekat dan ikut jongkok lalu berusaha memeluknya. Kinanti berontak tapi tentu saja tenaganya kalah oleh Tama. "Shht ... aku gak akan nyakitin kamu, maafkan aku kalau buat kamu takut, maafkan atas apa yang sudah aku lakukan saat di apartemen. Aku benar-benar tergoda dan Khilaf karena kamu halal untukku," ucap Tama pelan sambil membelai Rambut Kinanti dan mencium puncak kepalanya. Pelan-pelan Kinanti mulai tenang.
All Rights Reserved
#158
sweetcouple
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • syanin
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Bocah Resek Jodoh Bu Guru
  • Setelah Menikah
  • Bukan Istri Pura-pura
  • Si Fueras Mia (Completed)

Saat Jin Nian hendak bertunangan, dia memergoki pacarnya yang mabuk menelepon cinta pertamanya sambil menangis. "Tolong beritahu aku bagaimana aku bisa berhenti memikirkanmu!" "Berhenti menangis. Kalian berdua sebaiknya menikah saja. Jangan pernah meninggalkan satu sama lain!" seru Jin Nian. Jin Nian membatalkan pertunangannya tanpa ragu, namun kerabatnya memarahinya karena tidak mengerti. Merasa lelah, Jin Nian menghubungi sahabat masa kecilnya, Lu An, di internet. "Apakah kamu ingin menikahiku? Kita mengenal satu sama lain dengan baik. Mari kita puas dengan pengaturan ini." Satu detik setelah dia mengirim pesan, Lu An menjawab. "Apakah bersamaku dianggap berhasil?" "Tidak tidak tidak. Anda memiliki rumah yang mahal dan mobil yang mahal. Kamu jauh di luar kemampuanku!" "Bawalah buku rumah tanggamu. Saya akan menemui Anda di depan Biro Urusan Sipil," kata Lu An. "Hah?" Jin Nian bingung. Itulah kisah bagaimana mereka menikah dalam sekejap. Suatu malam, mantan pacar Jin Nian menyadari bahwa dia tidak bisa melupakannya. Dia bersiap untuknya kembali bersamanya. Yang mengejutkannya, orang yang membukakan pintu adalah suami Jin Nian, Lu An! Lu An mengenakan jubah mandi, dan terlihat gigitan cinta di lehernya. Dia tersenyum samar. "Apakah kamu mencari istriku?" *** Suatu pagi setelah pernikahan mereka terbongkar, Jin Nian terbangun dengan perasaan pegal di sekujur tubuhnya. Dia tidak sengaja mendengar Lu An berbicara dengan seseorang di telepon. Dia sedang menyiram bunga di balkon, dan ada sebatang rokok di antara bibirnya. Dia mencengkeram ponselnya di antara leher dan bahunya. "Saya tidak peduli berapa banyak uang yang Anda tawarkan kepada saya. Yang aku inginkan hanyalah Jin Nian." Jin Nian terdiam. Dia tidak perlu membesar-besarkan kisah cinta palsu mereka! Belakangan, Jin Nian secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tua di rak. Itu adalah hadiahnya untuk Lu An pada ulang tahunnya yang kedelapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines