Marriage Not Dating

Marriage Not Dating

  • WpView
    Reads 630
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 3, 2023
Berawal dari pernikahan yang tidak pernah diinginkan. pernikahan yang dijalani secara terpaksa oleh dua insan yang tidak saling mengenal. Tama yang Seorang Dokter dan juga seorang Dosen pengganti harus bersanding dengan Kinanti, Wanita yang ditolongnya tetapi malah membuatnya terpaksa menikahi gadis yang juga Mahasiswinya. ******** Kinanti dengan takut-takut melangkah ke arah Tama, ada rasa senang dibalik rasa takutnya saat melihat Tama. "Mhmm ... Mas Tama kenapa bisa ada disini ?" tanya Kinanti memberanikan diri saat berada di hadapan Tama. "Ini rumahku jadi wajar aku ada disini," jawab Tama masih tetap memandang Kinanti dengan tatapan elangnya membuat Kinanti mulai salah tingkah. Dadanya berdebar mendapat tatapan yang intens. "Jadi Aileen adik Mas ?" tanya Kinanti lagi yang dibalas anggukan Tama yang terus menatap Kinanti. "Mas jangan terus memandangku begitu, aku mulai takut," ucap Kinanti berusaha bercanda. Tama berjalan mendekat ke arah Kinanti yang refleks mundur. "Mas mau apa ?" tanya Kinanti dengan suara bergetar dan terus berjalan mundur. "Mau kamu," ucap Tama yang sudah makin dekat pada Kinanti yang pada akhirnya tidak bisa mundur lagi karena dibelakangnya dinding. "Berhenti mas ... atau aku teriak," ancam Kinanti. "Teriak saja biar aku bicara jujur kalau kita sudah menikah," ucap Tama dengan tenang yang membuat Kinanti tidak bisa berkata-kata lagi. Karena bingung akhirnya Kinanti refleks duduk memeluk lututnya dan mulai terisak. Tama kaget melihat reaksi Kinanti, ia segera mendekat dan ikut jongkok lalu berusaha memeluknya. Kinanti berontak tapi tentu saja tenaganya kalah oleh Tama. "Shht ... aku gak akan nyakitin kamu, maafkan aku kalau buat kamu takut, maafkan atas apa yang sudah aku lakukan saat di apartemen. Aku benar-benar tergoda dan Khilaf karena kamu halal untukku," ucap Tama pelan sambil membelai Rambut Kinanti dan mencium puncak kepalanya. Pelan-pelan Kinanti mulai tenang.
All Rights Reserved
#8
pernikahanterpaksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • I Love You Mas Niel!
  • Naughty Nanny
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • syanin
  • Bukan Istri Pura-pura
  • Setelah Menikah
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines