Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
Syukran Ya Allah

Syukran Ya Allah

  • WpView
    GELESEN 4
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Apr. 9, 2021
WpInfo
Belletristik
Gesellschaftliche Themen
Perbahasan seorang insan terhadap ciptaan Allah yang Maha Agung.Segala puji bagiNya melengkapkan hidup makhluk yang bernama manusia dengan akal yang boleh mengembangkan ilmu. Ayuh kita selami indahnya kurniaNya di muka bumi ini.Hanya perbahasan biasa sekadar ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta p/s:Maaf diri ini masih lagi kekurangan skill.Author bukan budak sastera yang pandai bermain dengan ayat
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Bawah Langit Yang Sama [C]
  • TANGISAN TAKDIR
  • Bila budak jalanan bercerita
  • Usrah Time!
  • Sara Isabella
  • Berikan ku jawapan (edited and completed)
  • A² [C]
  • Lukisan Takdir

Hidup Haura Teratai tidak pernah seindah namanya. Dia terperangkap dalam gelombang perasaan yang menghancurkan, dibelenggu derita yang tiada berpenghujung. Luka yang terpendam semakin bernanah, sehingga detik hitam itu menjengah-saat dia hampir menyerah kepada bisikan kematian. "Kalau aku mati pun, tak ada siapa yang kisah!" - HAURA TERATAI Namun, di sebalik kegetiran malam yang sunyi, takdir mempertemukannya dengan seorang jejaka misteri dalam sebuah dunia maya-seorang yang senasib, seorang yang memahami. Perbualan yang bermula secara suka-suka akhirnya menumbuhkan tunas persahabatan di antara dua jiwa yang sama-sama terluka. "Nanti kalau dah jadi askar, jangan lupa aku ni." - HAURA TERATAI "Aku takkan lupakan kau, Haura." - KHAIR HILMAN Tetapi sejauh mana hubungan ini mampu bertahan? Adakah persahabatan mereka sekadar persinggahan sementara, atau mungkinkah takdir telah merencana sesuatu yang lebih besar buat mereka berdua? Saat realiti menghimpit, hanya hati yang benar-benar teguh mampu bertahan di medan ujian... Di persimpangan antara kehilangan dan harapan, mampukah mereka memilih jalan yang benar?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien