We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
TITIK TAKDIR

TITIK TAKDIR

  • WpView
    Reads 809
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah tentang Zia yang sangat ingin bertemu dengan ayahnya, dan Theo yang hanya mencintai Zia. Semuanya baik-baik saja sebelum pertemuan itu. "Kita bisa menjadi dua buah garis paralel Zi, selalu bersama, walau gak bisa bersatu" ucap Theo menghapus air mata yang membasahi pipi gadis di depan nya. "Atau menjadi dua garis yang bertemu di satu titik lalu menjauh selamanya-!" balas Zia memeluk erat tubuh Theo. Apapun akhirnya, semoga itu yang terbaik menurut titik takdir. Luv you <3
All Rights Reserved
#27
receh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • BUNGKAM
  • Only You Can Love Me This Way (ON GOING)
  • Valcano
  • Memoria | End
  • Kanker Cinta
  • Marsella (1)
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • An unexpected meeting
  • Shena Aquella {SELESAI}.

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines