Anyelir Selir (TAMAT)

Anyelir Selir (TAMAT)

  • WpView
    LECTURAS 67,648
  • WpVote
    Votos 1,587
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mié, oct 4, 2023
Laki-laki itu bergeming saat merasakan pelukan Anyelir. "Anyelir, kamu tahu kan, anak-anak nomor satu bagi aku? Jadi, jangan buat aku menomor duakan anak-anak aku, karena itu tidak akan pernah terjadi," ujar laki-laki itu dengan nada dingin. Siapa bilang menjadi perempuan kedua bahagia? Nyatanya, Anyelir tidak pernah merasa bahagia. Anyelir tidak pernah merasa dicintai lebih dari sang istri sah. Ah cinta? Laki-laki itu hanya mencintai dan mendamba tubuhnya saja. Anyelir ingin marah, tapi ia bisa apa? Anyelir hanyalah seorang selir yang selalu menjadi pilihan terakhir. Bahkan jika ia marah, kemarahannya pun tidak bisa ia luapkan pada siapa-siapa. Karena sekali lagi Anyelir hanyalah selir, tahu kan pandangan dunia, kepada dirinya seperti apa?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Anak Angkat [AFFAIR]
  • The Mistress
  • Orang Ketiga [END]
  • Bukan selingkuhan [TAMAT]
  • Emotion Love
  • Gairah... Istri Pertama
  • Women of the night : Stories of Sex Worker ( 21+ )
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • My Sugar Daddy(END)
  • Daddy's Game
  • I LOVE MENANTU ( COMPLICATED)
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa)
  • Jovia is Back ( 21+) END✅

[ #1 Angst • 7 Juli 2025] [ #1 Lovetriangle • 22 Juni 2025] [ #1 Emosional • 14 Juni 2025] [ #1 Comingofage • 16 Mei 2025] [ #1 Secretlove • 2 Mei 2025] [ #1 Fiksiindonesia • 18 Agustus 2025] [ #1 FWB • 15 Oktober 2025] Ini adalah kisah dua orang yang sama-sama penuh luka, tapi juga sama-sama keras kepala dalam mencinta, dengan seluruh keberanian mereka. Mereka mencintai dengan membangkang pada ketakutan mereka sendiri. Dengan ego yang saling melukai. Dengan kesetiaan yang beralasan satu janji. Ada yang indah dari cara mereka tetap saling merawat, meski semesta belum memberi tempat. Ada yang memilukan, tapi juga mengharukan, dari cinta yang bertahan bukan karena segalanya baik-baik saja, melainkan karena mereka berdua memilih untuk tidak menyerah. Mereka tragis. Tapi juga manis. Mereka tulus. Tapi jalannya tidak mulus. Dan mungkin, itu justru lebih menyakitkan daripada hubungan yang hancur karena benci. Sebab, dalam cinta seperti ini ... yang paling menyesakkan adalah tahu bahwa mereka saling mencintai, tapi tidak yakin, apakah cinta itu cukup untuk menyelamatkan mereka dari semua ini. --- Ini bukan cerita singkat. Tokoh-tokoh di dalamnya tidak hadir sekadar untuk lewat. Mereka tumbuh perlahan, jatuh pelan-pelan, lalu bangkit dengan cara yang hanya bisa dipahami jika kamu bersedia bertahan. Tulisan ini panjang karena mereka layak diceritakan dengan utuh. Setiap bab, setiap percakapan, setiap jeda, dibangun untuk mengenalkan mereka apa adanya: rapuh, egois, lembut, lucu, menyebalkan, dan menggemaskan. Jika kamu bertahan sampai akhir, satu hal yang pasti akan terjadi adalah ... kamu akan menyayangi mereka, mungkin bahkan lebih dari yang kamu kira.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido