We Are The Warriors

We Are The Warriors

  • WpView
    Membaca 166
  • WpVote
    Vote 58
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 4, 2026
Namanya adalah Asya seorang gadis remaja yang baru menginjak usia 17 tahun. Hidupnya yang sudah tidak memiliki warna dan menderita membuatnya enggan untuk memikirkan masa depan. Bukan hanya Asya yang merasa menderita namun beberapa orang hidupnya jauh lebih menderita. Mereka dipertemukan dalam satu wadah dan di situlah terjalin sebuah hungan dan mereka saling mendukung dan melengkapi. Simak ceritanya lebih lanjut kalau penasaran. Saran dna kritik sangat diperbolehkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
penggorbanan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  • RAGALIKA  [END]√
  • ATHAYA
  • From Friends To Lovers
  • REANA
  • Until We Meet Again :) (Completed)
  • Jodohku Di SMA~~
  • AKU DAN KAMU CINTA ♡
  • AKSARA MILA
  • Ungkapan Hati

Cerita tentang petualangan seorang gadis bernama Asya Salsabila, usia 16 tahun yang dipaksa ayahnya masuk pesantren, dan mengubur impiannya masuk SMK favorit jurusan fashion designer, sebuah cita-cita yang diinginkan sejak SMP. Namun, ternyata didalam pesantren banyak pelajaran hidup yang dia temui, mulai dari persahabatan bahkan percintaan. Ia merasakan jatuh bangun menghadapi semua permasalahannya seorang diri tanpa bantuan dari kakak-kakaknya, karena ia anak paling bungsu dari empat bersaudara dan paling dimanja. Kini ia harus dapat tegar berdiri, ketika sahabat terdekatnya yang ia percaya sepenuh hati berkhianat dan menusuknya dari belakang, kekecewaan sudah menelannya dan membuatnya depresi, sehingga lari dari pesantren, ketika hampir putus asa, seseorang datang menawarkan bantuan tapi harus merendahkan harga dirinya dengan melepas jilbab, dan mempertaruhkan ilmu agama yang sudah dipelajarinya, benturan antara prinsip dan kebutuhan untuk bertahan hidup, membuatnya dalam dilema yang besar, sampai pada suatu masa, ia harus mengalah, menanggalkan satu-satunya bukti bahwa ia anak pesantren, selembar kain yang menutupi rambutnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan