GinZea Story {On Going}

GinZea Story {On Going}

  • WpView
    Reads 2,541
  • WpVote
    Votes 1,367
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 2, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA-!!] "Lo gak akan bisa lepas!" ujarnya dingin. Nichol yang memang sudah kehilangan kesabaran pun menggeram emosi, jarinya terkepal kuat, ia mengeraskan rahangnya sampai urat-uratnya terlihat, gigi-giginya bergemeletuk hebat. Nichol terkekeh sinis, "Bisa-bisanya geng bejat kaya gini masih bertahan," ujarnya meledek. Gino mengepalkan tangannya kuat. "Bangsat!" Lagi dan lagi Gino memukul rahang Nichol. Alka yang dari awal memang malas terlibat atau lebih tepatnya takut, kali ini tidak! Ia tidak bisa sabar ketika geng-nya disebut bejat. "Gede bacot doang lo!" sahut Alka. Ia mendekati tempat Nichol berada, memukul perut Nichol dengan kencang. Abidzar yang melihat itu langsung berlari mendekati Alka dan mencoba menenangkan Alka. "Udah, Al, udah, stop!" ujar Abidzar sambil menarik Alka untuk kembali ke tempatnya semula. Alka memandang Nichol dengan tatapan tajamnya. "Awas lo!" ujarnya sambil menunjuk wajah Nichol. Abidzar menarik Alka ke tempatnya semula, "Ganggu tau gak si lo?!" ujar Alka masih emosi. Zhafran memandang Alka tajam. "Bisa diem gak? Berisik. Lo mau tanggung jawab kalo Zea nekat ke ruangan ini?" sambung Zhafran dengan nada dinginnya. Gino menonjok kembali wajah Nichol. "LO MAU NGAKU ITU PERBUATAN LO ATAU MATI DISINI?!" bentak Gino dingin. Penasaran? jangan lupa Baca!! Di VOTE, KOMEN, dan boleh bgt tambahkan cerita ini ke library kalian yaa!!
All Rights Reserved
#82
abidzar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • FARHAN [End]
  • Elvina [COMPLETED]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • AFIKA [ END✔ ]
  • SamLova [Terbit]
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • AKSENIO
  • Bucin (Completed✅)
  • Dandelion [Completed]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines