its Aleena

its Aleena

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 9, 2021
"Nanti sayang yaaa, kamu disini dulu sama nenek dan kakek" ucap Ayah. "Kapan ketemu lagi?! Aku gamau ditinggal!!" teriak ku sambil menangis. "Nanti, kalau hujan salju yaa sayang" ucap Ibu. Kalau lah Aku tahu saat itu, bahwa hujan salju di Indonesia itu tidak ada. Mungkin aku tidak akan membiarkan Ayah dan Ibuku pergi. Sudah bertahun-tahun orang tua ku tak menjemput ku untuk pulang atau sebenarnya aku ini "dibuang?". Tujuan hidup dan cita-cita yang diimpikan sudah ku rencanakan matang-matang. Aku memutuskan untuk sekolah SMA di Jakarta, tempat lahir ku. Siapa tahu aku bertemu dengan orang tua ku lagi, bukan? Tapi bagaimana bila aku malah mengenal cinta? Bagaimana dengan semua rencana tujuanku? Apakah aku goyah? Ohh, tidakkkkk!!!! #Pictby:Pinterest(Waatpad) #HappyReading💕
All Rights Reserved
#328
12
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • Hai, Kak! (END)
  • Mencintai Dalam Diam
  • Eliinaa
  • A R S E A N A
  • philopobhia
  • Sehari Untuk Selamanya
  • New Possessive Family
  • Tinggal Kenangan
  • Become Baby Boy✓

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines