Time Travel
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 2, 2021
WpInfo
Fiction
Science Fiction
"duhh sakit banget kepala gue . lah kok gelap.... anjing gue dimana ". gerutu Aurel dan menendang-nendangi selimut yang menyelimuti badan nya hingga terbuka ."eh dalam selimut toh , kirain udah di akhirat ". Aurel berhasil melewati perjalanan waktu dengan jam aneh yang di berikan kakeknya kepadanya sebelum menghilang . "Aurel saat kamu sudah besar , lakukanlah yang akan kakek sampaikan kepada kamu....". "kakek mau ngomong apa , serius banget deh mukanya ." potong Aurel sambil tertawa . kakeknya memang sering bercanda , tapi kali ini kakek nya tidak bercanda. "Aurel kali ini kakek gak bercanda kakek serius , jadi dengarkan dulu kata kakek . sekarang kamu harus kembali ke masa lalu . " hah kakek ngomong apaan sih , jangan ngaco deh mana bisa balik ke masa lalu ".potong Aurel . " Aurel kakek udah bilang dengerin kakek dulu , jadi kamu diam. kakek ini dari masa lalu , memang muka kakek udah tua karena disini mengikuti perkembangan waktu dan sebenarnya kakek udah seharusnya meninggal saat kamu kecil , tapi kakek pergi ke masa depan agar bertemu dengan kamu .kakek membuat alat seperti jam tangan biasa tapi itu bisa membuat kita bisa pergi ke masa lalu atau masa depan , sekarang jam itu hanya bisa digunakan sekali lagi jadi kakek mau kamu balik ke 15 tahun lalu . dan kakek mintak tolong untuk kamu menyelesaikan semua kesalahan yang kakek buat saat ada di masa depan ini , memang kakek salah , tapi kakek juga menyesal kakek gak mau orang2 yang pernah ngobrol dengan kakek ikut menghilang , walaupun mereka tidak akan ingat kakek lagi , tapi kamu bisa ingat kakek dengan kamu memakai jam ini dan kakek udah nulis semua yang harus kamu lakukan di buku ini ". "j-jadi kakek beneran dari masa lalu. tapi kenapa aku orang yang kakek suruh untuk lakuin itu ". " karena kakek percaya sama kamu dan kakek yakin kamu adalah orangnya ". "orangnya....o-oke aku lakuin ". Maaf yaa kalau alur nya gak jelas hehe. Jangan lupa follow sebelum dibaca!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Friendzone My Love
  • Bunda oline dan bayi tata
  • Arsyilazka
  • MY LOVE STORY
  • RUMAH SINGGAH ✔️
  • Hi Crush! (udah selesai)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines