Story cover for Kinara by niyyaelhaq
Kinara
  • WpView
    LECTURAS 26
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 26
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado abr 03, 2021
Bungkusan Nasi Uduk panggilan yang kerap ditujukan Arjuna pada Kinara yang selalu membebani hidupnya dengan banyak permintaan. Cewek yang berkamuflase dengan merubah warna kulit nya itu tanpa sadar telah membuat hidup Juna menjadi nelangsa karena harus menjadi pacarnya disekolah dan mesti menanggung malu yang luar biasa. 

Bak beauty and the beast, mereka terlihat bersama setiap hari dan menjauhkan Juna dari cinta nya pada Wanda. 
Arra si cantik yang buruk rupa pun menjadikan Arjuna pacar settingannya meskipun setelah itu ia harus melepas cintanya yang mulai tumbuh karena kamu sikap care Juna
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Kinara a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Raga Arga  [Sudah Terbit] de aksara_jiwa
54 partes Concluida
Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Edrea cover
KARUNA [END PART 1] cover
RAKASYA [TERBIT] cover
ARES KIRANA cover
FRIENDZONE cover
Bucin Ala Al [END] cover
ARKASYA cover
Raga Arga  [Sudah Terbit] cover
Undercover cover
Uwu! [TAMAT] cover

Edrea

19 partes Continúa

Dia hanya seorang gadis yang bangun hanya untuk bertahan hidup. Hidupnya tidak semewah yang sering kita lihat dilayar. Bukan juga seindah caption orang-orang yang sibuk memamerkan kekayaan. Entah itu tas baru, liburan keluar negeri, punya rumah yang bak istana yang pencapaianya katanya hasil kerja keras, padahal sering kali itu hanya topeng dari kehampaan sehingga selalu butuh perhatian. Dia bukan siapa-siapa. Tidak punya orang tua, tidak punya rumah yang bisa disebut pulang sepenuhnya. Dia hanya punya dirinya sendiri, dan keberanian kecil untuk tetap bangun disetiap paginya. Lucunya, orang-orang sering bilang hidup itu tentang berjuang. Padahal, Sebagian dari kita tidak sedang berjuang untuk sukses, tetapi hanya untuk berjuang untuk bertahan. Didunia yang terlalu sibuk mengejar Cahaya, gadis itu memilih untuk belajar mencintai gelap, karena hanya disana dia bisa mengenal dirinya yang sebenarnya. Gadis yatim piatu yang takut untuk membayangkan keindahan karena dia hanya akan berjalan disekitar kegelapan sampai sang pencipta memanggilnya. Diluar sana, media sosial sudah seperti panggung besar. Semua orang tampil dengan topeng terbaiknya. Dan entah sejak kapan, kesederhaaan mulai dianggap sebuah kegagalan. Gadis itu sering kali merasa kecil karena tak punya orang tua sebagai tempat untuk berlindung dan aku hanya berkompromi dengan dirinya sendiri dan mencoba untuk bertahan disetiap detiknya.