Kumpulan Cerpen By Emoef Abdu Somad

Kumpulan Cerpen By Emoef Abdu Somad

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 5, 2021
Aku terus tak bergerak, pura-pura mati. Sekuat hati menahan torehan rasa sakit, nyeri badan, dan perih yang merajam hati. Hal paling menyakitkan adalah saat menyaksikan perlakuan enam penjahat tersebut pada Yu Sri, kakak kandungku. Aku yang masih berusia sembilan tahun, terpaksa melihat peristiwa nista tersebut, walau hanya dengan cara mengintip. Raungan dan permohonan setitik iba dari bibir Yu Sri, tak menghentikan perlakuan iblis mereka. Isi perut terasa mau keluar, saat melihat selangkangan para bedebah tersebut, secara bergantian mengoyak dan merenggut kehormatan kakakku. Yu Sri digilir beberapa kali, diiringi derai tawa iblis para budak setan ini. (kumpulan beberapa cerpen yang akan menjadi antologi soloku. Semoga pembaca semua suka dengan tulisanku. saya tunggu kritik dan sarannya)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • TAK BERSAMBUT
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Meneroka Jiwa 2
  • mylove ghost
  • Stay Or Gone ✓
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Yang Pernah Patah
  • [1] LUKA SEMESTA [END]

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines