Sungguh aku tidak berniat menyakitimu, Aca. Aku hanya reflek menciummu dan entahlah..
"Maaf..." Ucapku frustasi
Lalu aku pergi keluar kamar dan kutinggalkan dia yg masih menangis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
"Ketika belenggu itu terasa seperti penegas atas rasa yang dia punya, gue semakin takut untuk membiarkan nya mengikat hati ini lebih erat. Karena gue takut kehilangan dia untuk kedua kali nya."