REVILAN
  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 22, 2021
Cinta hanya sebuah melodi yang mengiringi perjalanan hidup, kata cinta hanyalah perantara untuk menunjukkan bahwa kamulah satu-satunya yang mengisi ruang hatinya. Tetapi, bukan untuk selamanya, sekiranya hanya untuk singgah sementara kemudian pergi meninggalkan. Ketika sudah tak lagi saling mencintai dan berakhir dengan menyisakan kenangan yang akan terkenang menjadi sebuah saksi. Bahwa kamu pernah memiliki seseorang. Yang hanya datang untuk menemani hari-harimu sejenak bukan untuk selamanya. Sama seperti yang dialami Gadis yang memiliki rambut panjang berwarna kecokelatan, berkulit putih, tak terlalu tinggi dan mempunyai hidung yang mancung seringkali menjadi korban patah hati maupun persahabatan. Dia sering dipanggil dengan nama laki-laki karena namanya menyerupai nama laki-laki. Revilan adalah gadis yang bad girl dan sangat menyukai keonaran di sekolah, dia sangat suka keluar masuk BK. Tapi tingkahnya dapat dihentikan oleh seseorang. Yang membuatnya jatuh hati tapi seketika sikapnya berubah karena kejadian yang menimpanya kala itu. Membuat Revilan kehilangan sosok kekasih dan sahabatnya. Warning ⚠️ Don't copy my story
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • TITIK LUKA
  • My Love Is Badai [ COMPLETED ]
  • BARA POSSESSIVUM
  • LEITHLEACH
  • Airka: My Queen Bullying
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Back For Me (Completed)
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

More details
WpActionLinkContent Guidelines