Awan dan Daun

Awan dan Daun

  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 5, 2021
"Kenapa gua bisa nya selalu berandai-andai? Pengen banget rasanya gue jadi daun. Biar bisa di kasih air hujan sama awan. Itu tanda nya, si awan cinta sama daun. Meskipun air nya sedikit, berarti rasa cinta nya juga sedikit. Dari pada cinta nya kebanyakan dan bikin si daun mati." Lirih Syifa. Sudah lama ia ingin mencurahkan isi hati nya. Faeyza yang mendengar nya hanya menghela nafas nya berat. "Sekali lagi gue bilang sama Lo. Kalo gue, NGGAK AKAN PERNAH SUKA SAMA LO!!" Jangan lupa di follow ya para kawan. Ig : @mirsyamldnti_17
Todos os Direitos Reservados
#141
syifa
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Estatua Del Caballo
  • RAINBOW
  • NAUSY
  • My Bad Baby Boy (Complete)
  • DEVAN
  • sahabat kok gini?! || NA2 (End)
  • Insyaa Allah...
  • FALLING IN LOVE
  • CINTA ITU INDAH YA?

Mirza Fachri seorang mahasiswa Universitas Darul Hanan yang mengenakan jas almamater hijau muda hanya ingin turun ke jalan, menyuarakan keadilan. Tapi takdir membawanya bertemu dengan Anindya, seorang perempuan sederhana dengan senyum yang terasa seperti rumah. Entah kebetulan atau keajaiban Anindya berasal dari kampus yang sama dengan Mirza. Dalam keramaian ribuan manusia, hanya Anindya yang terasa paling sunyi, paling nyata. Dari segelas air mineral yang dibagi, tawa kecil disimpang jalan, sampai obrolan lewat pesan. Mirza perlahan jatuh hati kepadanya, tanpa rencana, tanpa peringatan. Tapi cinta tidak pernah adil. Satu pesan dari Anindya mengubah segalanya. Dia sudah punya seseorang. Seseorang yang bukan Mirza. Dan senyumannya yang dulu jadi alasan Mirza menulis quotes, puisi, kini milik orang lain. Ini bukan kisah tentang memiliki. Ini tentang mencintai diam-diam, berharap dalam sepi, lalu belajar melepaskan tanpa pernah benar- benar siap. Karena kadang... yang datang mengisi hati, justru tak pernah tinggal.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo