Story cover for WISH LIST by Katarisaaa__
WISH LIST
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 04, 2021
Ini kisah empat anak yang dilahirkan dari rahim yang sama, berpijak di bumi dengan waktu yang berbeda. Memiliki orang tua yang memahami keinginannya adalah hal yang sangat mereka impikan. Meraih mimpi tanpa paksaan, menjalani hidup dengan tenang dan tumbuh dewasa dengan baik.

 Setiap sore di awal bulan mereka tak pernah berhenti mengirim surat pada semesta tak pernah menyerah meski kertas-kertas mereka berterbangan dengan sia-sia, mereka selalu yakin ayah dan bunda suatu saat akan mengerti keinginannya tanpa perlu menyuruhnya berbalik arah, melawan mimpi-mimpi yang telah mereka rangkai dengan indah.


"Gue pengen Ayah sama Bunda ngerestuin gue buka cafe dan jadi barista," ujar lelaki paling tua diantara ketiganya dengan senyum penuh harapan.

"Gue pengen Ayah dan Bunda nggak maksa gue buat minta remidi ke guru lagi, gue harap berapapun nilai yang gue peroleh mereka tetap bangga dengan usaha gue," ujar anak nomor dua yang terkenal dengan eyes smile-nya.

"Gue pengen buka studio dan nggak di paksa masuk jurusan bisnis," seru lelaki yang suka memotret semesta dan selalu berhasil membuat objeknya terlihat sempurna.

"Gue pengen di kasih waktu main tak terbatas dan dibiarin menikmati masa SMA dengan bahagia." Lelaki kali ini adalah lelaki paling muda diantara ketiganya, yang memiliki harapan bisa menikmati dunia di sekitarnya dengan baik.


Wish list adalah harapan mereka yang menginginkan hal sederhana namun dunia dengan keras menolaknya. mereka hanya ingin hidup selayaknya tanpa harus terus menerus menerima paksaan yang menyakitkan. Mereka adalah anak yang merindukan kehangatan keluarganya.



cover by: Pinterest 

Edit by: Canva
All Rights Reserved
Sign up to add WISH LIST to your library and receive updates
or
#128mix
Content Guidelines
You may also like
Keluarga Cemara-Cemaraan by rzyadprta
5 parts Ongoing
Di tengah riuhnya notifikasi TikTok dan deadline tugas sekolah yang kejam, Cempaka (17 tahun) menjalani hari-harinya dengan vibe khas remaja: antara fangirling, galau soal doi, dan berusaha survive di kerasnya dunia high school. Namun, di balik itu semua, ada rumah yang selalu jadi basecamp ternyaman-kediaman keluarga Cemara Cemaraan. Isinya? Jangan ditanya. Ada Ayah dengan jokes receh andalannya, Ibu yang supermom abis dan update banget sama bahasa gaul, Bintang (14 tahun) si gamer garis keras yang hidupnya nggak jauh-jauh dari push rank, dan Anggrek (9 tahun) si bungsu yang dunianya penuh dengan unicorn glitter dan imajinasi tanpa batas. Setiap pagi di rumah Cemara Cemaraan adalah rollercoaster kebisingan dan kehangatan. Sarapan selalu jadi ajang adu bacot ringan, curhat masalah sepele, dan update gosip terbaru. Namun, di balik kekacauan yang tampak absurd ini, terjalin ikatan keluarga yang kuat dan saling mendukung. Ketika berbagai masalah mulai menghampiri-mulai dari drama percintaan Cempaka yang complicated, ambisi Bintang di dunia esports yang penuh tantangan, hingga kekhawatiran orang tua tentang masa depan anak-anak mereka-keluarga Cemara Cemaraan harus belajar untuk tetap solid. Mereka akan diuji oleh berbagai rintangan yang kadang bikin pusing tujuh keliling, tapi juga akan menemukan kekuatan dalam kebersamaan dan cinta yang (ternyata) lebih kuat dari wifi tetangga. "Keluarga Cemara Cemaraan" adalah kisah slice of life yang relatable tentang dinamika keluarga modern dengan segala keunikan dan chaos-nya. Sebuah cerita yang akan membuatmu tertawa, terharu, dan mungkin merindukan kehangatan rumahmu sendiri-seabsurd apapun itu. Siapkah kamu menyelami kehidupan keluarga paling random tapi juga paling lovable ini?
Miracle In December (GOT7 Fanfiction Christmas Edition) by LilianaTan1708
7 parts Complete
GOT7 Fanfiction Christmas Edition. JB - Shin Hye Sung Shipper (Dream High 2 Couple) Sinopsis : "Bila kau diberi kesempatan untuk membuat sebuah permohonan di Hari Natal, apakah yang akan kau minta? Jika itu adalah aku, aku tidak mengharapkan apa-apa selain melihat seberkas cahaya, sulitkah itu Tuhan?" Shin Hye Sung, seorang gadis muda berbakat yang selama ini hidup dalam kegelapan dan kesepian. Dia tidak percaya pada cinta, pada akhir yang bahagia, pada impian yang menjadi kenyataan. Sejak kecelakaan yang merenggut cahaya dalam hidupnya dan juga nyawa ibunya tersayang, Hye Sung harus menjalani kejamnya kehidupan saat ayah kandungnya membuangnya dan tidak mengakuinya sebagai anak. "Memiliki seorang anak yang buta hanya akan membuat malu keluarga. Kau adalah kutukan bagi keluarga. Gara-gara kau, ibumu meninggal." Hye Sung takkan pernah melupakan perkataan ayahnya malam itu. Dengan kejam, ayahnya menyuruh sopir mereka untuk mengantar Hye Sung ke Panti Asuhan, tempat dia dibesarkan selama ini. Ayahnya membiayai semua biaya hidup Hye Sung selama di Panti Asuhan itu tapi tak pernah sekalipun mengunjunginya. Dingin, sepi, dan gelap, itulah yang dirasakan Hye Sung selama 15 tahun hidupnya. Hatinya mendadak menjadi sedingin salju, tak ada musim semi yang hangat, juga tak ada cahaya terang. Hanya ada kegelapan dan kesepian abadi. Hingga akhirnya dia bertemu seseorang yang memberi cahaya dalam hidupnya dan menyingkirkan kesepian dalam hatinya, seseorang yang ditemuinya saat Malam Natal, seseorang yang bahkan tak bisa dia lihat wajahnya. "Tuhan, jika Kau memang ada, di Malam Natal ini aku ingin membuat permohonan sekali saja. Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin melihat wajahnya. Bisakah Kau mengabulkannya?" Hye Sung berdoa di bawah pohon Natal seraya mengatupkan tangannya, memohon dengan segenap hatinya. Akankah permohonannya menjadi kenyataan? Tapi bagaimana jika seandainya anak laki-laki itu tidak mengenalinya saat mereka bertemu lagi?
It's Always Been You✔️  by WinterAurora00
44 parts Complete
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
Dua cangkir satu Meja  by byjulieeeee
53 parts Complete
Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025
You may also like
Slide 1 of 10
DREAM HOUSE cover
Keluarga Cemara-Cemaraan cover
7 Days for 7 Dreams  cover
UNDERCOVER (Taeyong & Sejeong) ✔✔ cover
Miracle In December (GOT7 Fanfiction Christmas Edition) cover
Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna cover
It's Always Been You✔️  cover
Possessive Family [SELESAI] cover
Ineffable |Ataksia; What If| °HaeSelle° cover
Dua cangkir satu Meja  cover

DREAM HOUSE

35 parts Complete

Sinopsis: Na Jaemin, mahasiswa teknik sipil tahun kedua, memilih tinggal di kos demi menjauh dari rumah yang selalu dipenuhi pertengkaran. Sejak kecil, trauma ditinggal orang tua saat lampu padam membuatnya membenci gelap dan kesendirian. Di kos sederhana itu, dia bertemu dengan enam pemuda lain yang menyimpan luka masing-masing. Mark Lee, mahasiswa hukum yang dewasa namun kesepian karena renggangnya hubungan dengan sang adik, Lee Jeno, mahasiswa teknik mesin yang dingin dan menutup diri. Huang Renjun, anak kedokteran yang penuh empati tapi menyimpan luka karena tumbuh di panti asuhan. Haechan, mahasiswa seni musik yang selalu ceria, menyimpan kesedihan yang tak pernah ia tunjukkan. Chenle, mahasiswa bisnis tahun pertama dan anak pemilik kos, selalu jadi penengah yang hangat. Dan Park Jisung, adik kelas yang polos dan hangat, membawa kebahagiaan dengan kasih sayang utuh dari keluarganya. Mereka tinggal bersama, bertumbuh, dan menyembuhkan luka masing-masing melalui tawa, tangis, pertengkaran, dan kehangatan keluarga yang mereka bentuk sendiri. Di balik pintu-pintu kamar yang berbeda, hati-hati mereka mulai menyatu-dan perlahan, Jaemin menemukan bahwa tidak semua rumah harus menyakitkan.