Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Who Knows

Who Knows

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 4, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
Raina sama seperti gadis remaja kebanyakan, cantik pintar dengan paras yang menawan. Namun sifatnya yang terlalu over thinking membuatnya menjadi gadis yang terlalu bodo amat perihal pria dilingkungan sekitar. Pada dasarnya dia terlalu mencintai dan menjaga dirinya dari patah hati patah hati selanjutnya. Dia merasa setelah tersakiti sekali akan banyak rasa sakit yang semakin dia dapatkan di kedepannya. Pada kenyataannya justru dia yang banyak memberikan rasa sakit pada manusia lain disekitarnya. Terlalu sering menganggap perlakuan pria dilingkunnya sekedar teman biasa. Entah hatinya sudah bebal atau memang pura-pura tidak peka saja.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Rainy And Aoki
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • RAIN
  • Crush Kat Aku?!
  • Sejenak Luka
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Our Times (Completed)

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan