Tinta Rindu

Tinta Rindu

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 19, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Rindu Ardianti Putri. Wanita yang selalu bisa menyemangati orang yang tengah sedih, selalu berusaha memahami dan mengerti semua orang, selalu berusaha menguatkan semua orang, sehingga orang orang tifak merasa sendirian. Rindu selalu menepuk bahu orang dan bilang "Kamu gak sendirian. Kalo kamu butuh aku atau kalo kamu percaya sama aku, aku siap jadi pendengar buat kamu". Tapi, tanpa semua orang sadar, Rindu adalah orang yang tengah kesepian. Dia "sakit". Tanpa orang-orang tau, bahwa Rindu..... Juga berharap. Berharap, ada yang bersedia menemani langkahnya kala dia tengah lelah. Apa kalian pernah mendengar tentang "Pembunuh nomor satu adalah pikiran jahat kamu sendiri." Iya, itulah sosok Rindu. Wanita dengan segala pemikiran buruk tentang dirinya. Wanita yang selalu merasa tak pantas untuk lelaki manapun. Wanita yang selalu menghindar kala membucarakan tentang laki-laki. Wanita yang selalu berpikir "Kelak, lelaki yang berjodoh dengannya. Benar benar mendapatkan sebuah "zonk" seperti dirinya." Karena bagi Rindu, tujuan utama hidupnya sekarang bukan lagi tentang mimpi dan cita-citanya, bukan lagi tentang mencari pria idamannya. Tetapi, hidup Rindu, akan Rindu abdikan kepada keluarganya. Keluarganya akan menjadi prioritas utama. Meski nyawa Rindu sekalipun taruhanya. Tak apa, asalkan keluarganya hidup dengan baik dan layak. Meski itu, Rindu harus mengubur mimpi dan cita-citanya dan juga..... Mengubur harapanya untuk bersama dengan seseorang yang dicintainya. Keluarganya. Iya, hanya untuk mereka. Demi mereka.
All Rights Reserved
#487
insecure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Mantan Gentayangan (Completed)
  • Stuck With You (TAMAT)
  • MOMENT[On GOING]
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • RINDU (EBOOK)
  • Rania: Melebur Trauma, Menyambut Bahagia

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

More details
WpActionLinkContent Guidelines