Dan Sampailah Idealisme Itu

Dan Sampailah Idealisme Itu

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 19, 2022
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Muhammad Yusuf Bahari. Pemuda yang memutuskan resign dari pekerjaanya, dan melanjutkan hidup sesuai dengan apa yang dia inginkan, Menjadi jurnalis. Aneh memang, Tidak seperti orang pada umumnya. Menjadi seorang idealisme ternyata bukanlah pilihan yang mudah. Apalagi saat mendapat kabar burung tentang berita seorang Pejabat yang terjerat kasus korupsi. Yang tak lain adalah Bapak dari Teman karibnya. Dengan sedikit bumbu percintaan ala kawula muda, Saya harap rangkaian kata seorang Penulis pemula ini bisa membuatmu masuk kedalamnya. Yapp, Iqra.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Okay, We're Married on July
  • SERIBU HADITS✓
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Keputusan (SELESAI)
  • Cinta Dalam Rohis
  • AKHIR DARI PERJUANGAN (Season 1KISAH CINTA YANG BELUM SELESAI)
  • You Can't Hurry Love [Dihapus Sebagian]
  • Assalamualaikum Cinta
  • ISTRI RAHASIA GUS ADNAN : a big secret, puzzle the game

Aku tidak pernah merasa seputus asa ini sepanjang 29 tahun hidupku. Mungkin ini adalah alasan Tuhan menciptakan manusia bernama Mauren Tedjasukmana. You know, katanya apapun yang Tuhan ciptakan itu tidak ada yang sia-sia, semua punya tujuan. Bahkan masalah percintaanku tidak pernah membuatku se-hopeless ini. Tapi masalah pendidikan di negeri +62 yang menjadi concern hidupku belakangan ini, benar-benar menguras habis energiku. Apakah lebih baik aku menyerah saja? Atau apakah aku perlu percaya bahwa sekecil apapun perubahan yang kita buat, pasti selalu ada impact-nya. *** She asked me first, "Will you merry me?" And I replied, "Are you crazy?" Dia perempuan yang sejak kecil bercerita tentang mimpi-mimpi yang ingin ia wujudkan. Dia bercerita pada seseorang yang bahkan tidak berani bermimpi. Oh bukan tidak berani, tapi memang tidak punya ambisi dalam hidup. It's me. Let it flow. Tapi saat dia bilang ingin menjadi istriku, aku seperti terseret dalam dunia mimpi. Dengan dia, aku menemukan mimpi yang ingin aku gapai. *** Please be wise! Mengandung topik sensitif.

More details
WpActionLinkContent Guidelines