Story cover for ECCEDENTESIAST by WhiskyWayy
ECCEDENTESIAST
  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Apr 05, 2021
"Kenapa kamu tak membiarkanku mati."

"Raina senang punya Mama Karin sebagai ibu Raina...." 

"Papa kenapa menghindar? Raina minta maaf kalau Raina salah. Jangan tinggalkan Raina lagi,"

"Kamu tahu apa yang lebih indah dari langit senja?" tanya pemuda itu tiba-tiba.
"Hujan?" ucap Raina menanggapi.
"Apa bagusnya melihat air yang turun seolah sedang berlomba merasakan sakitnya terjatuh." pemuda itu menyuarakan pendapatnya mengenai hujan.
"Hujan lebih dari itu. Ia bisa menyembunyikan tangisanmu. Ia bisa menemanimu saat sedih. Hujan tak pernah marah walau ia harus jatuh berkali-kali hanya untuk membantu makhluk lain. Bagiku hujan adalah segalanya"

"Bunda, kalau memang Raina punya Bunda sebagai ibu Raina, kenapa Bunda tidak datang menjemput Raina disini? Raina sesak bunda, Raina kira Raina sudah tidak memiliki siapapun didunia ini. Bunda, Raina mohon jemput Raina. Raina lelah bunda."
All Rights Reserved
Sign up to add ECCEDENTESIAST to your library and receive updates
or
#842hujan
Content Guidelines
You may also like
Rainangkasa #2 [END] by AmandaPutri685
38 parts Complete
Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?
You may also like
Slide 1 of 9
Raina Maramitha cover
Derai Hujan cover
Rain And Him (Completed) cover
Nathalea cover
Rain(y) Rei (COMPLETED) cover
Ada cinta dibalik hujan turun cover
RAIN cover
Rainangkasa #2 [END] cover
Warna Untuk Pelangi [✓] cover

Raina Maramitha

10 parts Ongoing

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_