We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ECCEDENTESIAST

ECCEDENTESIAST

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa kamu tak membiarkanku mati." "Raina senang punya Mama Karin sebagai ibu Raina...." "Papa kenapa menghindar? Raina minta maaf kalau Raina salah. Jangan tinggalkan Raina lagi," "Kamu tahu apa yang lebih indah dari langit senja?" tanya pemuda itu tiba-tiba. "Hujan?" ucap Raina menanggapi. "Apa bagusnya melihat air yang turun seolah sedang berlomba merasakan sakitnya terjatuh." pemuda itu menyuarakan pendapatnya mengenai hujan. "Hujan lebih dari itu. Ia bisa menyembunyikan tangisanmu. Ia bisa menemanimu saat sedih. Hujan tak pernah marah walau ia harus jatuh berkali-kali hanya untuk membantu makhluk lain. Bagiku hujan adalah segalanya" "Bunda, kalau memang Raina punya Bunda sebagai ibu Raina, kenapa Bunda tidak datang menjemput Raina disini? Raina sesak bunda, Raina kira Raina sudah tidak memiliki siapapun didunia ini. Bunda, Raina mohon jemput Raina. Raina lelah bunda."
All Rights Reserved
#43
raina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Hilang
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Warna Untuk Pelangi [✓]
  • RAIN
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)
  • Kapasitas Semesta
  • I Hate Rain

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines