Sampean

Sampean

  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 6, 2023
Tentang dia Saat waktu terus berjalan, dan aku tetap sama, orang yang menyukainya dalam diam. Saat rasa tak lagi berasa disaat itulah kamu mati rasa. Warning!!! Cerita 1821+ Dimohon yang masih di bawah umur bijaklah dalam memilih bacaan. •050821
All Rights Reserved
#2
ngepet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • CHIKARA: I Love You My Senior [NEW VERSION]
  • AMERTA AKSA (Chikara)
  • Terpendam
  • are YOU for ME? (Completed) REVISI
  • IN MY DREAM { ChikAra } °END°✔
  • MAHENDRA
  • With You (Chikara)
  • AKU MAU DI SAYANG BUNDA:( End..
  • Cinta Alazka di Paskibra

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines