Story cover for Sampean by nsywffa
Sampean
  • WpView
    MGA BUMASA 302
  • WpVote
    Mga Boto 28
  • WpPart
    Mga Parte 14
  • WpView
    MGA BUMASA 302
  • WpVote
    Mga Boto 28
  • WpPart
    Mga Parte 14
Ongoing, Unang na-publish Apr 05, 2021
Tentang dia

Saat waktu terus berjalan, dan aku tetap sama, orang yang menyukainya dalam diam.
Saat rasa tak lagi berasa disaat itulah kamu mati rasa.







Warning!!!
Cerita 1821+
Dimohon yang masih di bawah umur bijaklah dalam memilih bacaan.







•050821
All Rights Reserved
Sign up to add Sampean to your library and receive updates
o
#528rasa
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Pelangi yang Telah Lama Hilang cover
MAHENDRA cover
Ice Princess cover
CHIKARA: I Love You My Senior [NEW VERSION] cover
With You (Chikara) cover
AKU MAU DI SAYANG BUNDA:( End.. cover
I'm Yours? [END] cover
Best Friend ?   cover
IN MY DREAM { ChikAra } °END°✔ cover
are YOU for ME? (Completed) REVISI cover

Pelangi yang Telah Lama Hilang

13 parte Kumpleto

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.