We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Coffee Love

Coffee Love

  • WpView
    Reads 59,011
  • WpVote
    Votes 5,062
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Menurut Mas Angka, apa termasuk kerugian jika melewatkan untuk memiliki pasangan sepotensial ini?" aku menjaga nada suaraku agar tetap stabil. Mas Angka mengangguk. "Iya, dan mungkin akan sangat sulit untuk menemukan kandidat dengan kualifikasi seperti yang gue sebutkan tadi, Na." "Bukan berarti tidak ada yang lebih baik, tapi mungkin akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk menemukannya." "Jadi gimana?" "Gue setuju, Mas. Akan butuh waktu lebih lama untuk menemukan yang lebih baik, dan bahkan mungkin akan jadi penyesalan seumur hidup jika tidak mengambilnya." "Jadi?" Aku mengangguk. "Ayo pacaran, Mas."
All Rights Reserved
#23
walikota
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Days After We Met
  • Si Bandel Kesayanganku
  • Departure (Completed)
  • Satu Atap, Satu Kampus
  • Backstreet
  • COMEBACK MANTAN [TAMAT]
  • Backstreet [2]
  • DEAR SOPHIA
  • Jungkir Balik
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI

"Kenapa kamu bisa sepercaya diri itu kalau saya tertarik? Maaf, saya sudah terlalu hafal permainan-permainan klasik laki-laki seperti kamu. Dan lagi, kamu bukan selera saya." "Maksud kamu apa? Saya pernah lakukan kesalahan sama kamu sampai sebegininya kamu benci saya? Seingat saya kita bahkan baru ketemu di sini. Just say, saya punya salah apa sama kamu sampai kamu melakukan ini ke saya?" "Aku bahkan nggak tau di titik mana hubungan kami punya kesalahan. Seingatku semuanya baik-baik aja. Singapura-Jakarta bahkan nggak masalah. Tapi sekarang ketika kami ada di kota yang sama, semuanya jadi kerasa berbeda. Satu yang pasti, dia berubah sejak masuk ke perusahaan itu." "Berhenti! Udahlah, aku nggak mau kamu pura-pura lihat aku sebagai perempuan. If you can't see me, just let it be. Aku bakal lebih sakit kalau tau kamu nggak tulus. Dan sekarang aku tau, kamu cuma pura-pura." "Terima kasih banget ya, Mas, udah dateng ke sini, jemput aku. Tapi, Mas, kenapa Mas beda? Kenapa kelihatan murung sih? Ada masalah?" *** Di Sentraya Cipta Mandiri semua bermula. Dendam, ketertarikan, pengkhianatan, persahabatan, keluarga, cinta, dan kehancuran. Akankah pada tempat yang sama semua kerumitan itu berakhir atau makin menjadi benang kusut? "Just like a piece of cake, too easy to fall in love with you." *** Copyright 2020 by Raudha

More details
WpActionLinkContent Guidelines