Panacea (The Bidder Remedy)

Panacea (The Bidder Remedy)

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 4, 2021
Orientasi seksual tidak bisa diatur oleh siapapun, termasuk diri kita sendiri. Begitupun gadis cantik bernama Alexa Park yang juga mencintai sesama Hawa. Ada beberapa luka yang menjadikan ia seperti ini, kepercayaanya terhadap Kaum Adam sudah tertutup mutlak. Tapi kehadiran Taehyung tanpa disangka mampu mengubah cara dia memandang dunia. "Al, anter gue ke toko gitar yuk." "Al, gue abis beli ikan cupang baru." "Al, temenin gue manggung ya." "Al, kakak lo boleh gak gue pukul?" "Al, gue sayang sama lo." "Gak bisa Kim, gue gak demen cowok." "Tapi gue pengen bantuin lo sembuh." "Jangan pacarin gue cuma karna pengen bantu gue straight." Tapi pada suatu hari, Alexa tidak memiliki siapapun lagi untuk menopangnya. "Kim, please help me get back to normal. It's hurts." noted : -kindly harswords -angst lil bit -mature -ignore the timestamps Happy Reading🤍
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • June | PJM
  • JEON JUNG KOOK [End]
  • BIG DREAM(Bangtan Boys)
  • Love Yourself, Park Jimin ✔
  • My Little Wife | Park Jimin
  • Bad Boy: Park Jimin (Revisi)
  • Cutie Sunbaenim [KOOKMIN] ✔
  • Pissed Off » pjm
  • 30 DAYS

"dia adalah separuh lainnya, tetapi terserah padanya untuk memutuskan apakah dia akan menjadi sisi yang lebih baik atau lebih buruk darinya." gadis itu memandangnya berdansa setiap malam, dalam diam. Satu yang ia tak tahu adalah, laki-laki itu menyadarinya. ---- "Dia teman kecilku. Seseorang yang sangat kusayangi." Ucap June Keheningan, lagi. "Kau tahu", Jimin memulai, "Kebetulan aku juga punya teman seperti itu. Seseorang yang sangat kusayangi." Sebuah jeda. "Bunga ini untuknya." Untuk dia? "Aku menjenguknya di rumah sakit. Kupikir aku harus membawakannya bunga meskipun aku tahu dia membencinya." Dia tertawa, tetapi tawa itu tampak kosong, tidak banyak kebahagiaan yang bersembunyi di baliknya. "Tapi kurasa dia benar. Bunga itu awalnya cantik, tetapi ketika mereka mulai layu, mereka hanya akan menyisakan kenangan tentang betapa indahnya mereka dulu." Jimin terus berbicara, June sudah mulai menampar dirinya sendiri dalam pikirannya karena terlalu dangkal tentang segala hal. Mengapa dia begitu peduli tentang hubungannya dengan Boyoung? "June", Jimin menoleh, mata cokelat gelapnya menatapnya. "Foto yang telah kita bicarakan sebelumnya, diambil pada tahun 2015." ---- sebuah cerita tentang self-love dan self-destruction

More details
WpActionLinkContent Guidelines