der Tor
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 12, 2021
Diana Junten ,gadis SMA yang labil. Suka membuat onar adalah hobinya. Halu adalah jalan ninjanya. Jika kalian mengira ia tomboi maka jawabannya salah, wajahnya imut tapi tidak dengan kelakuannya. Dan anti yang namanya bullying. Bahkan menurutnya bullying sama saja dengan membunuh bedanya bullying membunuh secara perlahan melalui fisik maupun psikis. Suatu hari ia mengalami kejadian yang membuatnya mati seketika. Ia syok begitupun orang-orang yang menyayanginya. Yang paling bikin horor adalah ia bangun dengan muka yang berbeda. Ia sempat operasi plastik? kata itu yang pertama kali ia pikirkan saat melihat wajah dewasa yang begitu cantik. Semua perawat dan dokter disana mengatakan namanya adalah Diana Lilis. Seorang anak konglomerat yang berprestasi. Akan kah ia bisa menyembunyikan sifat bar-bar nya saat ada ditubuh Lilis? Bisakah ia bertahan saat kekasih kehidupan lalunya selalu ada di dekatnya? Bertahankah ia menjadi seorang Diana Lilis yang selalu perfact dimata publik?
All Rights Reserved
#177
diana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • Hi, Ata! || JIN x LISA [END]
  • Love & Enemy
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  •  Bloody ink [ END ]
  • ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]
  • Fake Nerd Girl (COMPLETED)
  • Goodbye
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • ALTARSYA

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines