Selamat Tinggal Terakhir

Selamat Tinggal Terakhir

  • WpView
    LECTURAS 135
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadConcluida mar, abr 6, 2021
Maret 1946. Di Bandung Selatan, api menjalar liar. Membakar segala bangunan, kenangan, dan harapan. Para penduduk yang mengungsi tampak bagaikan ular raksasa yang merayap keluar dari Bandung yang memanas. Dari Stasiun Radio Malabar, Surya Wisesa seorang Kopral TRI dan empat orang rekannya mendapat tugas rahasia. Perjalanan panjang pun harus mereka lalui, bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan pikiran setiap pejuang. Tapi bagi Surya, perjalanannya tidak hanya itu. Ada juga perjalanan hati menuju pelabuhan cinta yang abadi. Seiring dengan pangkat yang meningkat, kehidupan Surya berubah selamanya sejak bertemu dengan Purbasari. Sebuah kisah perjuangan, pengorbanan, dan cinta generasi muda di awal kehidupan sebuah bangsa.
Todos los derechos reservados
#288
jepang
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dewi Tara : The Mystical Forest
  • Cinta Di Laut Biru [End]
  • La fadz
  • Kala Cinta Bertumbuh dan Berlabuh [COMPLETED ✔️]
  • Cinta di Antara Senja  [Completed] #cerpen #cerpenindo #fyp #viral
  • NI MELONG
  • Di Mesjid Biru Turki; Terajut Sebuah Harapan (Terbit) ✓
  • Benih-Benih Saga Medang Kuno

"Jika suatu hari langkahmu kembali kehilangan arah, ingatlah satu hal. Bahwa di Medang, ada sebuah dermaga yang akan setia menanti." Dewi Tara, putri penguasa lautan dari Sriwijaya, terdampar di rimba tak bernama. Ditengah belantara yang seakan tak berujung, ia menemukan seorang pria dengan sorot mata setajam cakrawala. Ialah Samaratungga, Maharaja muda dari Medang yang tersesat di tanahnya sendiri. Dibawah naungan pepohonan purba, diantara desir angin yang membawa bisikan lirih mantra lama, keduanya menapaki jalan kembali menuju peradaban. Bersama, mereka menghadapi makhluk-makhluk yang namanya hanya hidup dalam lontar kuno. Diantara riak ombak dan rimbun hutan, diantara tahta dan takdir. Sebuah kisah mulai berbisik di relung hati. Getaran yang tak seharusnya ada. Selembut desir angin laut, namun seteguh akar yang mencengkeram bumi.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido