If We Never Met

If We Never Met

  • WpView
    OKUNANLAR 280
  • WpVote
    Oylar 70
  • WpPart
    Bölümler 6
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, Nis 23, 2021
WpInfo
Kurgu
Romantik
Aku tak pernah percaya pada waktu. Mereka bilang waktu akan menyembuhkan luka-luka kita. Tapi bagiku waktu justru menciptakan luka-luka yang baru. Aku berjalan sendirian. Lalu kamu datang memelukku sambil bertanya, "Kesedihan mana yang kamu sembunyikan hari ini?" Kamu memelukku dan mengatakan semua akan membaik. Padahal hatimu juga kian merapuh. Apa dengan saling berpelukannya dua orang yang terluka seperti kita, kita akan pulih? Jika waktu tak pernah ada, apa luka-luka tak akan terasa menyakitkan? Jika kita tak pernah ada, apa pelukan itu akan tetap hangat dan tidak membunuh kita? *** Start: 6 April 2021 Finish: -
Tüm hakları saklıdır
#926
sibling
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • HIDDEN I (The End)
  • This Really Hurts [END]
  • Sweet Nothing
  • MENEPI UNTUK PERGI [END]
  • Rintik Hujan
  • Nadira Rachelia
  • BINA
  • Nanti Juga Sampai
  • Pada Orang yang Sama (TAMAT)

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi