ASTAGHFIRULLAH,HUSBAND! || PERJODOHAN (on going)

ASTAGHFIRULLAH,HUSBAND! || PERJODOHAN (on going)

  • WpView
    Leituras 514
  • WpVote
    Votos 64
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, out 23, 2021
[HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA] teenfiction story by elqueenx. "ASTAGFIRULLAH,ARKAN!" Aya berteriak saat melihat Arkan sedang bersantai ria dengan menikmati secangkir coklat dingin nya. "Iya sayang?" balas Arkan tersenyum,sok manis. "SAYANG-SAYANG MATA LO TERBANG!" geram Aya lalu menghampiri Arkan yang masih santai dengan posisi nya. "Mata gue terbang nya kan ke lo" goda Arkan mengedipkan satu mata nya. "Bacot lo! Liat noh temen temen lo udah pada nunggu,di bawah" ucap Aya sembari duduk di kursi dekat Arkan duduk. "Ck ngomong dong dari tadi," decak Arkan "Btw,JANGAN GALAK GALAK SAMA SUAMI. NTAR GUE BIKIN GAK BISA JALAN LHO!" lanjut nya berbisik tepat di sebelah telinga gadis nya. Pernikahan yang di jalin oleh seorang ELANG ARKANA ZYANVIVALDI dengan ZEIAYA PAVLYUCHENCO adalah pernikahan yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Namun seiring berjalan nya waktu mereka mulai menerima kenyataan itu,kenyataaan bahwa mereka adalah sepasang suami istri. Di usia mereka berdua yang terbilang sangat muda itu lah yang membuat kedua nya sering beradu argument,dari mulai hal kecil maupun hal unfaedah sekalipun. Mampukah mereka bertahan jika suatu hari nanti kedua nya akan di hadapkan dengan badai besar? Mampukah mereka melewati nya dengan kepala dingin tanpa harus mementingkan ego masing-masing? WARNING ⚠️ • Typo bertebaran. • Cerita reall hasil imajinasi saya! •Apresiasikan dengan memberi vote setiap selesai membaca. Note: don't foget to stay tuned in my story. just to accompany your free time, enjoy.
Todos os Direitos Reservados
#202
leader
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • VALUNA( ON GOING)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Aracha
  • Sailing With You [END]
  • My Illegal Boyfriend
  • Stay (Away)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo