Saat tengah berlari tiba tiba ada sebuah suara yang sontak menghentikan langkah nya
"Kasian banget sih baru juga dijemur sekarang malah disuruh lari larian, makanya jadi orang jangan kebo, terlambat kayak gini baru sadar lo" sindir Alya yang berdiri tidak jauh dari Reyvan berlari sekarang
"Sirik lu sama gue, bilang. Ohh atau jangan jangan lu mau dihukum bareng gue gitu" sahut Reyvan
"Ihh ogah gue dihukum sama lo alergi gue, dan sorry gue gak pernah sirik sama orang jelek kayak lu" protes Alya tidak terima
"Kampret mulut lu, ganteng ganteng gini lu bilang jelek buta mata lo ya" sahut Reyvan tidak terima
"Ganteng pala lu peyang muka pas pasan aja dibilang ganteng pede amat lu, haha nyadar lu bambnk" sindir Alya lagi
"Heh masih mending muka pas pas an tapi masih laku, nah kalo loh mah jomlo karetan" sindir balik Reyvan
"Apa lu bilang" sahut Alya geram
"Apa emang bener kan gue bilang, udalah males ladenin lu gak guna juga" ucap Reyvan lalu melanjutkan larinya yang tertunda
"Awas aja lu, gue sumpahin lo bakal senasib sama gue lihat aja nanti" dengus Alya lalu pergi meninggalkan lapangan
Kepo sama ceritanya?
Cuss langsung baca aja📖💕
Jangan lupa tinggal kan jejak vote + comment ya🐾🐾🍃
Dilarang keras mengcopy atau menjiplak cerita ini🔥🔥
Happy reading for you😘😘
24 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
24 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
"Lo anak baru mending lo jauh jauh dari gue, jangan pernah deket deket sama gue lagi! nasib gue tuh jadi sial banget setiap kali deket lo" marah Aleo terhadap Melody.
---
"Lo semua masuk ke kelas biar gue yang temenin dia" ujar Aleo sembari menoleh ke arah Melody sebentar lalu membuang pandangannya
"Jadi, siapa dulu nih yang mau ngomong? Atau mau diem dieman terus sampe pulang sekolah?" tanya Melody memulai pembicaraan
"Kalo mau tidur tidur aja" ujar Aleo cuek
"Yaudah, tapi lo jangan macem macem sama gue, awas lo" ujar Melody
"Lo pikir gue cowo apaan" balas Aleo
"Ya kali aja gitu kan nggak tau juga" ujar Melody namun tidak di hiraukan dengan Aleo, Melody pun berbalik membelakangi Aleo yang sedari tadi kaku. "Mau lo apa sih Al, kadang baik kadang dingin banget, susah banget di tebak" monolog Melody dalam hatinya
---
"Nah gitu dong, senyum kek.. baru kali ini gue liat lo senyum" ujar Melody memandangi wajah tampan Aleo yang sedang fokus mengobati lukanya
"Jangan diliatin terus, ntar lo suka lagi sama gue" balas Aleo yang sadar dirinya di tatap begitu lekat oleh Melody
"Hah? S..siapa lagi yang ngeliati tte..terus, gr banget" jawab Melody terbata bata
"Awhh pelan pelan dong Al, sakit tau" Melody mengalihkan topik
"Iya sory, tadi katanya nggak sakit" usil Aleo