(Aku) Gracia Bukan Risa

(Aku) Gracia Bukan Risa

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 22, 2021
Hidupku seperti dalam novel saja. Kau tahu? Ah... tentu saja belum, aku kan belum cerita. Baiklah akan ku ceritakan secara cingkat. Semuanya berawal dari aku dihukum karena sebuah kesalahan. Jiwaku masuk ke dunia yang berbeda dengan dunia asal ku. Disanalah aku dihukum. Hidup sebagai Gracia, permaisuri kaisar pada saat itu. Tidak, Gracia bukan permaisuri lemah yang mudah ditindas hingga membutuhkan bantuan ku. Bukan pula tokoh antagonis yang suka mengganggu tokoh utama protagonis dan berakhir tragis. Gracia, permaisuri yang paling dicintai kaisar. Namun, kaisar mengabaikannya karena Gracia suka selingkuh. Bercerai? Kaisar bahkan tak pernah memikirkan itu karena saking cintanya pada sang permaisuri. Ah... iya aku lupa memberi tahu kalian kesalahanku hingga dihukum. Aku mencintai David, kakak kandungku. Itulah kesalahanku hingga aku berakhir disini. Hidup sebagai Gracia, permaisuri tukang selingkuh. Penasaran dengan kisahku? Kalau begitu selamat membaca kisahku yang penuh drama....
All Rights Reserved
#72
permaisuri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Antagonis Mother
  • dunia apa ini?(End)
  • AZRAELLA
  • Roos
  • Night Start's [On Going]
  • REBIRTH : Strenght and Soul (END)
  • Bocil Tiga Tahun ini adalah Penjahat

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines