CEO itu Mantanku
Setiap mendekati bulan Imlek, cuaca selalu hujan terus. Aku sampai kesal karena setiap hujan akan kesulitan menuju kantin dari ruang kantor ku.
"Ah hujan lagi, gede banget lagi" Gumam ku.
Aku menoleh kanan kiri untuk mencari payung, tetapi tak ada hasil, sepertinya sudah dipakai oleh pegawai yang lain.
Yasudahlah, aku memutuskan untuk terobos hujan saja, toh, daripada aku nunggu hujan berhenti.
Keburu waktu istirahat habis.
Dengan bermodalkan kedua tangan yang menutupi atas wajah, aku berlari kecil menuju kantin.
Namun teledornya aku, ketika tidak sengaja menabrak seseorang yang tingginya 2 kali lipat dari tinggiku.
"Eh maaf maaf gak sengaja" Ucapku tanpa menatapnya.
"Hati-hati makanya kalau jalan"
Suara familiar yang sudah lama tidak pernah aku dengar.
Aku mengerutkan dahi, dan mendongak kearahnya.
Untung saja pria itu menggunakan payung.
Aku langsung terkejut saat melihat seorang pria yang aku tabrak itu adalah mantanku.
Namun bukan hanya aku, ia pun sepertinya juga terkejut.