DIRRA A DREAM

DIRRA A DREAM

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 10, 2021
"Tiidaaaaaaaaaaaakkkkkkk" terdengar begitu jelas suara gadis berteriak histeris di depan jalan. Wajah yang awalnya tersenyum kini telah sirna dalam sekejap saat melihat tragedi yang tak ia inginkan terjadi, dan seketika tubuh gadis itu jatuh tak sadarkan diri.. Diandra terjatuh, orang yang melihatnya segera berlarian mendekati dirinya satu persatu warga yang di sekitarnya menghampiri gadis malang itu sehingga terjadi kerumunan.... Di sisi lain ada sosok yang tergeletak begitu mengenaskan dan berlumuran darah. "To...lo...ng....." "Segera telpon ambulance" titah salah satu warga yang berada di tempat kejadian.. Sementara sosok yang tergeletak tak bisa lagi berkata, mata mulai sayu, air matanya kini mengalir di pipih yang berlumuran darah, "bug" tangan pria itu yang tadinya masih bisa tegak tiba-tiba terjatuh bersamaan dengan Dirinya yang tak sadarkan diri. ***
All Rights Reserved
#819
mimpi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang
  • 360 and Still Me
  • TRAUMA
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
  • SPORADIS
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • To Heal
  • Nathalea
  • Naura & Lukanya

"Keluargamu adalah penyebab dari semua insiden ini, dirimu dan keluarga kesayanganmu hanya mementingkan kepentingan pribadi kalian tanpa memikirkan orang lain, mata kalian sudah dibutakan oleh ketamakan". Emosi Dean sudah tidak tertahankan, air mata keluar membasahi sebagian wajahnya yang lusuh, bersamaan dengan beban pikiran yang selama ini dia hadapi. "Apa yang kau katakan Dean? bukankah kita sudah saling mengenal, kau tau bahwa aku tak seperti itu" "Diam, kau tau? kau tak pantas untuk berbicara padaku, bahkan setelah semua hal yang sudah aku lakukan untukmu, ini yang kau lakukan untuk membalasku?". Dean memalingkan mukanya, dia tidak tahan melihat muka meminta belas kasihan perempuan di depannya. Dean langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan perempuan itu sendirian tanpa menoleh ke belakang sedikit pun. Hujan yang awalnya hanya mengeluarkan rintik rintik airnya, tiba tiba seakan-akan mengeluarkan badai yang menggilas semua hal yang dilewatinya. Sesosok perempuan duduk termenung di tengah hutan, sedang menangisi apa yang baru saja menimpanya barusan. "Tidak tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku harus memperbaiki semuanya, aku tidak sendirian, Dean pasti akan kembali padaku, semoga saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines