Kompilasi: Tirai Hujan

Kompilasi: Tirai Hujan

  • WpView
    Lecturas 188
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 7, 2021
WpInfo
Poesía
Nanti biar kuceritakan sendu diujung rintik bulan Febuari, kau tau akhir-akhir ini rasaku bertambah dosis. Kadang parasmu menyelinap dalam bunga pulasku, juga sesekali menjelma bayang yang melangkah seiring. Mungkin kala itu pisah bukan hakikatnya atau juga tuntas bukan akhir ceritanya, dan usai bukan kata yang tepat. Tapi lebih kepada musim yang bersiklus. Kini senja, rintik dan febuari berkolaborasi . Menggoda tenangnya pikir dan selarasanya rasa, untuk memulai kilas balik tentang awal kisah itu. Tentang senduku 2 tahun yang lalu.
Todos los derechos reservados
#517
hujan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • TENTANG RASA
  • Senja Rindu Pagi
  • Poetry Sad
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • Senandika Untuk Asa | Hamada Asahi [✔]

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido