Kompilasi: Tirai Hujan

Kompilasi: Tirai Hujan

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 7, 2021
Nanti biar kuceritakan sendu diujung rintik bulan Febuari, kau tau akhir-akhir ini rasaku bertambah dosis. Kadang parasmu menyelinap dalam bunga pulasku, juga sesekali menjelma bayang yang melangkah seiring. Mungkin kala itu pisah bukan hakikatnya atau juga tuntas bukan akhir ceritanya, dan usai bukan kata yang tepat. Tapi lebih kepada musim yang bersiklus. Kini senja, rintik dan febuari berkolaborasi . Menggoda tenangnya pikir dan selarasanya rasa, untuk memulai kilas balik tentang awal kisah itu. Tentang senduku 2 tahun yang lalu.
All Rights Reserved
#15
puisihujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Senja Rindu Pagi
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • TENTANG RASA
  • Senandika Untuk Asa | Hamada Asahi [✔]
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines