(PRINCESS) ARESHA KALANA

(PRINCESS) ARESHA KALANA

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 15, 2021
[CERPEN] Gadis manis bertubuh sedang yang sedang melangkah di tepi pantai itu namanya Aresha, lebih lengkapnya Aresha Kalana. Biasa saja bukan namanya? Atau justru terdengar asing di telinga? Dulu gadis itu juga sempat menanyakan hal yang sama. Tapi kini tidak lagi. Aresha menyusuri tepian pantai dengan kaki yang sengaja menyapu butiran pasir di pantai. Katanya, menyapu pasir pantai dengan kaki membuat hatinya merasa tenang. Entah kenapa. Gadis itu lalu berhenti tepat di tengah-tengah pesisiran pantai, dan kembali memandang lekat bola jingga di ujung sana yang perlahan menghilang dan seakan berpamitan untuk selama-lamanya. Aresha sedikit merasa takut jika bola jingga itu tidak akan pernah kembali. Lalu dia berbisik kecil di antara deruan angin sore pantai di sekitarnya, "jangan hilang juga ya? Eca mohon." Aresha memejamkan matanya.
All Rights Reserved
#28
tugassekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fragment Of Serenade (END)
  • Sayat-Sayat Luka [Complete]
  • My Twins (End)
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • GPS ⏳ (Completed)
  • ALQUEENA
  • Kumpulan Cermin
  • TEACHERBAND [END]
  • Allenka Family
  • Jiwa Yang Berbeda ? (End)

Lelah, gak, sih? Mencintai sendirian? Cinta itu seperti melodi. Mengalun lembut, menyusup dalam setiap detak jantung. Namun, bagi Asha, cintanya hanyalah serenade yang terpecah. Kepingan nada yang ia lantunkan berulang kali untuk Arsen, tulus. Tanpa balas. Arsen selalu menjadi pusat dunianya, meski hanya memberinya dingin dan penolakan. Sementara seseorang diam-diam merangkai setiap kepingan yang ia tinggalkan. Mendengar setiap lirih yang tak pernah sampai pada Arsen. Ketika Asha memilih berhenti mengejar, meninggalkan serenade itu sebagai kenangan yang tak lagi ia pedulikan, hanya saat itulah Arsen menyadari. Terlambat. Karena kini, serenade Asha telah menemukan pendengarnya yang sejati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines