We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Memories

Memories

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 1, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Violet pikir dirinya terlempar ke masa lalu, masa depan, atau dunia lain. Namun, ternyata dia masih berada di bumi yang sejak lahir dia tempati. Dia hanya sedang mengalami amnesia. Iya, amnesia, hilang ingatan. Dan ternyata karena hilang ingatan itu, kehidupan Violet berubah, hidupnya tak terasa kosong dan monoton. Violet merasa hilang ingatannya ini adalah hadiah dari Tuhan atas segala kesakitan yang selama ini dia rasakan. Violet yang sekarang berbeda dari Violet yang dulu. *** "Sumpah, padahal gue baru pertama kali lihat wajah cowok itu, tapi gue langsung benci. Ibaratnya benci pada pandangan pertama. Kenapa ya?" ungkap Violet pada Mia. "Mungkin dulu waktu lo belum amnesia dia pernah utang duit sama lo dan nggak mau bayar." jawab Mia acuh. Masa sih? Cuma gara-gara cowok itu pernah berhutang padanya, dia jadi begitu benci melihat wajahnya. Serius, dia benci pada pandangan pertama sama cowok yang bahkan Violet nggak tau siapa namanya.
All Rights Reserved
#166
mantan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • Not Like The Movies
  • Membawa Lari Sang Bidadari
  • What Is This Feeling? ✅
  • Marry My Classmate
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Take my Heart
  • Do You Miss Me ?
  • Should be Remember
  • It's True Love With Ketos

Kehidupanku biasa saja. Membosankan dan menyebalkan. Entah mengapa ibu-ibu kaum nyinyir melabeliku sebagai orang bermasalah. "Oke, aku kuat." Itulah yang berkali-kali aku tanamkan dalam benak. Kuat. Kesehatanku memburuk akibat kebiasaan hidup tidak sehat; begadang, telat makan, makan makanan rendah gizi, dan tambahan beban pikiran. Begitulah akhir kisahku, salah satu korban kerasnya kehidupan, berakhir. Sayangnya aku salah! SALAH BESAR. Aku justru terlempar ke dalam novel ciptaan temanku sebagai Laura. Aku tidak keberatan menjalani hidup kedua. Namun, beda cerita bila aku adalah si antagonis yang bahkan tidak memiliki aset bernilai jutaan. Izinkan aku hidup mewah! Mewah! Oke, lupakan mengenai hidup sebagai nona besar. Masa bodoh dengan plot, mengubah cerita, merayu tokoh utama, dan bersikap baik kepada Sarah, si FL. Berhubung aku menempati Laura ketika dia masih SMA, maka lebih baik aku mempersiapkan hidup di masa depan semapan mungkin. Dengan kata lain: Sayonara, wahai para tokoh mulai dari kelas kroco sampai kakap. Aku akan hidup mandiri dan silakan saling bunuh memperebutkan Sarah. Aku tidak peduli! Akan tetapi, semua karakter sepertinya ingin mengganggu rencana hidup mandiriku. Mulai dari FL yang ngotot ingin menolongku, ML justru menawariku aset senilai jutaan, bahkan Villain pun mulai berubah haluan mencari cinta. Pasti ada yang salah dengan mereka semua. Mereka aneh! ANEH. Oh tolong, tolong izinkan aku hidup damai. Oke?

More details
WpActionLinkContent Guidelines