ARGALEA [On Going]

ARGALEA [On Going]

  • WpView
    Reads 3,619
  • WpVote
    Votes 298
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 9, 2025
Argan tak mengira bahwa Lea, adiknya yang super manja, menye-menye, berisik, dan segala sikapnya yang childish itu ternyata adalah alasannya untuk bisa sembuh dari fobia yang ia hadapi. Argan selalu percaya bahwa kekasihnya, Felix, yang dapat menyembuhkan fobianya. Lantas, ketika Felix memilih pergi darinya dan semua hal yang pernah terkubur nantinya terkuak, akankah Argan jatuh pada pelukan Lea? [ARGALEA] Spin-off ALEREIN - bisa dibaca terpisah.
All Rights Reserved
#134
fobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Semesta Memelukmu
  • Untung Sayang
  • VIOLETTA (Triangle Love)
  • SEPARATED TWINS [END]
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Become a Foreign 'Actist'
  • I Love My Little Sister
  • SELF LOVE
  • AYARA [END]
  • Garis yang Memisah

Disclaimer! -100% Fiction -All picture are from ig & pinterest -100% originally mine Selama empat tahun, Migu mencari Lea-gadis yang tiba-tiba menghilang bersama keluarganya hanya sehari setelah ayah Lea meninggal. Namun, pertemuan kembali di sebuah kafe bergaya vintage dekat kampus lama mereka bukanlah seperti yang Migu bayangkan. Lea yang kini ditemuinya tampak berbeda jauh dari sosok ceria yang dulu senang melompat kegirangan saat dibelikan es krim. Gadis itu kini pendiam, penuh ketenangan yang terasa asing. Migu tahu, ada banyak hal yang pasti telah terjadi selama empat tahun terakhir, dan semuanya telah mengubah Lea. Lebih mengejutkan lagi, Lea yang dulu selalu menghindari jurusan kuliah Migu kini justru memilih jalan yang sama-Sistem Informasi. Padahal dulu, impiannya adalah belajar Tata Boga, menjadi seorang chef, dan membuka kafe bernuansa bunga dengan sentuhan modern dalam warna-warna pastel kesukaannya. Migu selalu ingat betapa Lea mencintai impian itu-dan bahkan di hatinya sendiri, dia ingin mewujudkannya untuk Lea. Namun, Lea yang sekarang seolah menjaga jarak, menutup diri setiap kali percakapan menyentuh masa lalu, dan menolak setiap tawaran bantuan darinya. Perlahan, Migu mulai menyadari bahwa Lea mungkin tak lagi membutuhkan kehadirannya. Apakah masa mereka telah berakhir empat tahun lalu? Apakah hanya Migu yang masih terjebak dalam kenangan itu? Sekarang, di antara kebingungan perasaannya, Migu tahu ia harus memilih. Haruskah ia berusaha membuat Lea kembali seperti dulu? Ataukah sebaiknya dia fokus pada masa depan dengan Nadine, kekasih yang seharusnya menjadi prioritasnya? Namun, di tengah semua keraguan itu, ada satu pertanyaan yang terus menghantui: Apakah Lea hanya sekadar 'adik' baginya? Ataukah selama ini Migu telah menutupi perasaan yang sebenarnya dengan dalih persaudaraan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines