The Last Port

The Last Port

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 13, 2021
Pada akhirnya takdir yang menentukan. Ketika kapal kehilangan kompas, maka hilanglah harapan agar sampai tujuan. Ketika ingatan hilang, maka hilang jugalah segalanya. Kenangan, memori dan hal-hal yang terjadi seakan tidak ada arah dan buta. Pikiran kita sama dengan kompas, menuntun langkah dan menentukan arah kemana tujuan. Apa jadinya penuntun kita hilang? Mengarungi lautan kehidupan tanpa arah dan mungkin akan menemukan keputusaan. Namun dibalik itu ada satu penuntun yang terkadang kita lupakan. Hati ia akan selalu ingat dimana ia berada, ia akan ingat rasanya sedih dan marah walaupun ingatan kita sudah lupa atau melupakan.
All Rights Reserved
#289
menikah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • The Pain We Never Said
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Mari Berjanji Untuk Tidak Bertemu Kembali
  • Satu Bulan Untuk Selamanya
  • After Such A Long Time (Hiatus)
  • BIONA [End]
  • Raja Balap dan Raja Petarung
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN

Ratusan Hari Mencari Hati (completed) ----------------------------------------------------------- "Kamu ngapain masih di situ?" "Aku-" "Kamu gak perlu nunggu aku makan. Kalau udah habis, pergi aja," potongku tanpa merasa perlu mendengar jawabannya. "Pergi ke mana?" Aku merasa itu sungguh merupakan pertanyaan yang bodoh. "Ya, terserah. Ke taman kek, ke kamar kek, musala-" "Aku harus pergi ke mana?" ulangnya, kali ini dengan setitik getar dalam suaranya. "Maksud kamu apa, sih?" "Tadi Mas Langit tanya kenapa aku masih di sini? Aku terus diperlakukan kayak gini supaya pergi, kan? Nah, sekarang pertanyaannya, aku harus pergi ke mana?" Tidak salah lagi. Kedua mata wanita itu terlihat digenangi bulir bening. *** Langit dan Atsilla menikah secara terpaksa karena sebuah hubungan satu malam. Selama enam bulan menikah, Langit menganggap sang istri sebagai sebuah beban, bahkan tidak pernah menganggap kehadirannya. Saat lingkaran waktu mempermainkannya, akankah Langit menyadari ketulusan Atsilla yang selalu di sampingnya? Ini bukanlah sebuah kisah cinta biasa, melainkan juga kisah yang akan memberi pembacanya sejuta makna. Ratusan Hari Mencari Hati dibuat dengan penuh perasaan dan tak jarang ada air mata ikut serta :' Aku harap kalian yang kelak membaca kisah ini sampai selesai juga akan merasakan hal yang sama dan dapat memetik pelajaran berharga dari cerita cinta Langit dan Atsilla. Selamat menikmati 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines