HALTE
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 15, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bertambah lagi insan dunia yang cara berpikirnya patut dipertanyakan. Namanya Devran. Si extrovet akut, yang asik kalau diajak bercanda, namun bikin emosi kalau diminta serius. Tanpa sengaja bertemu dengan Kayla, si introvet yang minim bicara. Dan berteman dengannya.7 Lalu bagaimana 2 orang dengan kepribadian yang bertolak belakang akhirnya menjadi akrab? Bukankah kalau berteman tapi tidak seserver itu membosankan? Atau karena sudah berteman, mungkinkah mereka lanjut ke jenjang yang lebih dari teman? Update tiap hari
All Rights Reserved
#567
mine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • feel blue
  • Kelas A [End]
  • Jejak Waktu [Complete]
  • My boyfriend is Militer 1
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • My Darrel
  • Kasat Rasa [Ongoing]
feel blue

Kalila telah menyukai Rafi sejak lima tahun yang lalu. Diam-diam, ia menyimpan rasa yang tak pernah padam. Rafi adalah pusat semestanya-sosok yang tak tergapai, namun selalu hadir dalam benaknya, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari. Kalila menyebutnya cinta, tapi sahabatnya, Mika, lebih sering menyebutnya obsesi. Katanya, Kalila terlalu melankolis untuk ukuran seorang gadis remaja. Selama lima tahun itu pula, Rafi telah berganti pacar sebanyak musim berganti. Kalila? Ia tetap berdiri di tempat yang sama: mengagumi dari kejauhan, tanpa pernah berani menyapa, apalagi berharap dibalas. Rafi bahkan mungkin tak tahu namanya. Kalila menulis puisi ataupun pantun kepada Rafi berharap perubahan dan menciptakan skenario-skenario yang hanya hidup dalam kepalanya sendiri. Namun waktu berjalan, dan hidup tak pernah menunggu. Ketika kenyataan mulai menggerus mimpinya, Kalila pun mulai bertanya: sampai kapan ia akan bertahan dengan rasa yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh? Lantas, mau diapakan perasaan Kalila sekarang ini? Haruskah ia tetap diam dalam bayang-bayang, atau justru mulai menulis kisahnya sendiri-dengan atau tanpa Rafi di dalamnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines