Ivory Heart

Ivory Heart

  • WpView
    Reads 355
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2026
Cinta seharusnya seperti warna putih-murni dan bersih. Namun noda kebohongan perlahan tidak lagi membuat nya putih. Ketika pernikahan rahasia terjadi dalam kehidupan mereka -dengan alasan yang tidak dijelaskan diawal dan terdengar tidak masuk akal menjadi awal dari kebohongan mereka berdua (Rei dan Natha). ●●● "Kita akan tetap nikah, tapi gue gak akan ikut campur urusan hidup lo, dan begitu juga sebalik nya. Gimana?" Rei berusaha membuat Natha sepakat setelah pertengkaran kecil mereka di sudut ruangan di sebuah Restoran. "Lo akan tetap pacaran sama Afgha, dan jangan larang gue buat pacaran sama siapapun juga! Rahasia ini cuman kita berdua yang boleh tau." Rei semakin mencecar Natha agar bergegas mengatakan 'iya' dengan usulan yang dia buat. "Deal?" Uluran tangan Rei masih melayang di udara, lama setelah nya uluran tangan Rei diterima Natha. "Deal!" bisik Natha namun terdengar yakin. Akankah kebohongan mereka tetap tersimpan rapi? Atau justru semakin menambah kerumitan dalam hidup mereka. Bersama: ●Nathaya Fralika Astrantyanzha Pratha ●Reihan Rizasky Yuwana Bratha ●Alaric Zafgha Daniswara Temukan kisah mereka dalam Musuh Masa Menikah. Tersedia juga versi AU nya di Tiktok
All Rights Reserved
#13
anaksekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Kahfi dan Yumna 2
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • VARESHA [ END ]
  • || PERJODOHAN ||
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • Kenapa Harus Dia?
  • Until We Meet Again (On going)
  • My Sweet Polar Husband [End]

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines