Puanmeter
  • WpView
    LECTURAS 934
  • WpVote
    Votos 224
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 26, 2022
Melanjutkan kisah Bia yang sebelumnya mati-matian bergelut dengan kemiskinan. Kini Bia dihadapkan dengan peristiwa-peristiwa lain di sekitarnya yang membuat matanya terbuka. Tidak seperti pada kisah Rudinmeter yang terfokus pada kehidupan pribadi Bia dan keluarganya yang dikenal sebagai keluarga Darmana. Dalam kisah Puanmeter ini, mata Bia terbuka oleh hal-hal yang menimpa pada kaumnya sesama perempuan. Mulai dari isu pernikahan, peran dalam keluarga, pilihan pekerjaan, hingga pandangan perempuan lain terhadap sesama perempuan. Istilah "Homo Homini Nyebelin" yang pernah ia baca dalam sebuah buku filsafat bertema modern pun berkelibat pada benaknya setiap kali memandang tatapan jemawa makhluk-makhluk sok superior sesamanya. Namun, bila Bia tetap bersikap demikian, apa bedanya ia dengan perempuan-perempuan tersebut? Reaksi masyarakat terhadap perempuan yang tampak "serba salah" menimbulkan sebuah pertanyaan mungkin terselip pada setiap insan bernama perempuan, "Bagaimana cara menjadi perempuan yang baik dan benar?" Laki-laki bagi laki-laki lain ialah kawan, sedangkan perempuan bagi perempuan lain ialah saingan. Apalagi bila perempuan itu ialah sang mantan dari pasangan, maka statusnya akan naik menjadi musuh bebuyutan.
Todos los derechos reservados
#4
socialissue
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KENAPA BUKAN KAMU YANG AKU TEMUI LEBIH DULU?
  • Abayyuna: Jaerose
  • Jangan Jatuh Cinta Padaku (OnGoing)
  • Prince Untuk Alea
  • Meneroka Jiwa 2
  • Kisah Suami Muda yang Menyesal Pasca Pernikahan (End)

Alya Rahma selalu percaya bahwa cinta tumbuh dari kenyamanan dan kesetiaan. Bersama Damar, tunangannya yang juga sahabat masa kecil, ia menjalani hidup yang tenang dan stabil. Namun, keyakinannya mulai goyah saat ia bertemu Revan Ardianta, seorang fotografer keliling yang datang ke kota kecil mereka untuk pameran seni. Revan, dengan pandangan hidup yang bebas dan penuh kekacauan, menyentuh jiwa Alya yang selama ini terasa kosong. Meskipun Alya sudah bertunangan dengan Damar, perasaan mereka semakin dalam saat sering berbagi cerita tentang hidup dan kehilangan. Dalam kebingungannya, Alya terjebak antara cinta yang tumbuh perlahan bersama Damar dan perasaan yang tiba-tiba membuncah dengan Revan. Namun, ia sadar bahwa hidup tidak sesederhana itu; mencintai seseorang tidak selalu berarti memilikinya. Akhirnya, Alya memilih untuk tidak merusak apa yang telah dibangun bersama Damar, meskipun ia tahu Revan telah mengubah dirinya selamanya. Beberapa tahun kemudian, Alya dan Damar menikah, sementara Revan kembali berkelana. Meskipun mereka tidak saling mencari lagi, ada satu nama yang selalu dikenang di hati mereka, sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tak terlupakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido