A Broken Promises

A Broken Promises

  • WpView
    LECTURAS 1,219
  • WpVote
    Votos 125
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa57m
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 12, 2024
Painfull love? Cheating? Rejected? When destiny draw a line between Vanilla Acre Forrest and Eryx Perseus, It's form an high wall between the space of those two. Destiny did not let them to have a happy ending. They both tried to fix the relationship. Eryx did everything, and Vanilla give him a chance. But who said they'll both have a happy ending? Of course destiny just playing them. And her second life... No memories, new life, can she get a happy ending what she deserves? Can she have a happy ending? O tulad ng nakaraan mananatili pa ring bigo ang puso niya. Because even she forget her memories. Isang lalake lang ang tanging nagpatibok ng puso niya. Is she ready to fight her love for him? Hanggang kailan niya lalabanan ang pighati para lang makamit ang kasiyahan? "You found the light in me that I couldn't find."
Todos los derechos reservados
#475
chasing
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Yang Aku Tunggu Tanpa Janji
  • If Love Was Forced
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐏𝐬𝐲𝐜𝐡𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢𝐬𝐭 | 𝟏𝟖+
  • MEMORIES OF YOU
  • His Obsession ✓ [Completed]
  • Sassy Vengeful Luna
  • Tumhari Tara [Not edited]✔️
  • Vow To Hate You
  • Mending The Broken Heart

| POV ABANG KEDAI 📖 Sinopsis: Aku bukan siapa-siapa. Hanya pekerja biasa di sebuah kedai makan kecil. Tapi entah kenapa, sejak hari pertama dia datang dengan keluarganya. Aku rasa waktu aku mula bergerak ikut dia, bukan ikut jam dinding dapur. Dia selalu duduk di meja yang sama. Selalu dengan cara dia tunduk bila senyum. Dan aku, dari balik pintu dapur atau sambil bancuh air, tak pernah gagal perhati. Aku tak tahu nama dia. Tapi aku tahu suara dia bila pesan air suam. Aku tahu cara dia gelak bila main dengan adik dia. Aku tahu dia muncung bila tak puas hati dan aku jatuh hati pada semua tu. Kawan-kawan aku selalu perli. "Kalau suka, tegurlah." Tapi aku cuma senyum. Tegur macam mana, kalau aku sendiri pun takut bayang dia hilang bila aku terlalu dekat? Ini bukan cinta biasa. Ini tentang aku, yang hanya mampu jatuh hati dari jauh dan berharap, satu hari nanti bila dia datang lagi, aku ada cukup berani untuk kata "Saya tunggu awak, sejak lama dulu."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido