Mencintai Nania

Mencintai Nania

  • WpView
    LECTURAS 153,588
  • WpVote
    Votos 11,187
  • WpPart
    Partes 65
WpMetadataReadContenido adultoConcluida dom, ago 10, 2025
Warning! Adult content, 21+. Some scenes and languages might not be suitable for below 21. Silahkan membaca Trial&Error dulu sebelum membaca cerita ini. Dewa : Nania.. cinta aku ke kamu itu,nyata. Cinta aku ke kamu itu, ada. I love you with all my heart. Hanya saja, takdir berkata lain, kita terlahir berbeda, dan selamanya berbeda. I love you now and forever, my love. Bobby : Nania, Nia, sayang, Baby, gadis kecilku. It supposed to be fun...only. sampai akhirnya semua diantara kita, aku ke kamu, berubah menjadi cinta, di saat yang salah. I wish I could have more time. Abram : Nania.. kenapa harus kamu yang muncul dihadapanku? Kenapa kamu menjadi sandaran ternyamanku? Kenapa harus kamu yang menjadi pendengar setiaku? Dan kenapa keberanian itu harus selalu kalah dengan suara - suara nista ditelingaku? Andra : Nania..Nana..Ngil. Berapa banyak lagi panggilan spesial yang aku kasih ke kamu? perempuan yang anehnya gak pernah bikin aku merasa jengah walau kamu udah bertingkah kayak gimanapun? Perempuan yang selalu bikin aku was - was. Perempuan yang bikin seorang Andra gak seperti seorang Andra. maafin aku, kalau selama bertahun - tahun aku terlambat menyadari bentuk rasa ini apa. Semoga semuanya belum terlamabat waktu aku menyadarinya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Marrying My Best Friend
  • Trial & Error
  • U R
  • RAGARA [ on going ]
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Aslan, Are you my last love?
  • Hold Me With Your Lies [END]
  • BETWEEN
  • ANATHAN  || END
  • MARITARE [End]

SEBAGIAN PART AKAN DIUNPUBLISH PER 5APRIL2017 KARENA KEPERLUAN PENERBITAN =========================================== Vanessa menggeleparkan tubuhnya sendiri seperti orang kesetanan sambil merengek kesal, "Gue sebel By! Gue sebeel!!" Kini giliran Abby yang menopang kepalanya santai sambil memperhatikan ke-exorcist-an perempuan itu yang sudah sangat normal dilihatnya. "Mau kawin kek, mau nggak kawin kek, itu kan urusan gue! Kenapa yang namanya emak-emak musti rempong ngurusin gituan sih?!" Vanessa merengek dalam monolognya. "Nyokap lo suruh lo kawin emang udah ada calonnya?!" tanyanya retoris karena tahu dengan jelas bahwa sahabatnya itu sedang tidak berpacaran saat ini, "Lempar balik ke nyokap aja," usulnya. "Itu dia!" kata Vanessa terlihat semakin depresi, "Nyokap mau nyomblangin gue sama kenalannya! Mending cakep! Udah gendut, jelek, tua lagi!" dia mengidikkan bahunya seolah-olah sangat jijik saat bayangan lelaki yang dideskripsikannya itu masuk dalam pikirannya. "Mendingan gue sekalian kawin ama lo kali, nyong!" Abby terdiam beberapa saat sebelum kemudian dengan santainya melanjutkan, "Ya udah gitu aja." "Ha?" "Merit sama gue aja, Va." _____________________________________ Start 20 September 2016 End 13 November 2016

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido