Dia,Biru.

Dia,Biru.

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 1, 2022
GO FOLLOW AFTER READING!! Pertemuan tak terduga dua makhluk tuhan dengan perbedaan yang besar pada keduanya, tak menghalangi segala kemungkinan yang akan terjadi. . . "Aku gadis dengan segala kekuranganku akan berusaha memberikan kebahagiaan untukmu, kan ku berikan yang terbaik dari yang terbaik untukmu pelangiku"-Anindya Naqilla Sastra "Aku pelangimu berjanji akan berusaha untuk memberikan kebahagiaan sepenuhnya untukmu, aku dengan segala kekuranganku akan membuatmu tersenyum manis ku"-Langit Biru Semesta . . . . . . Begin: 10/04/21 End: -
All Rights Reserved
#773
biru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • Lentera Biru [END]
  • Rasa
  • Arga & Cinta Pertamanya [SELESAI]
  • DEMI APAPUN, BIRU NYERAH - NA JAEMIN [END]
  • Samudra Sang Angkasa [Complete]
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Neyralgis||On Going
  • hate rain
  • You're Not Alone (END)

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines