Hijrah Hati

Hijrah Hati

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 10, 2021
Bagaimana kehidupan Arvie anggara setelah ditinggal pergi oleh seorang yang sangat ia cintai? Seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya kini telah pergi meninggalkannya, tak ada lagi alasan baginya untuk kembali pulang. "Ini tak adil! Mengapa semua orang yang kucintai harus meninggalkanku? Tuhan tak adil! Ia selalu saja merenggut kebahagiaan ku! Sekarang aku sudah tak punya siapa-siapa lagi, tak pantaskah aku bahagia tuhan? Jawab pertanyaanku! Kau selalu saja mengambil kebahagiaan ku" teriaknya di depan pusara ibunya "Ibu....Tak ada lagi alasan untuk ku kembali pulang, aku tak tahu kemana harus melangkah kini ku sudah kehilangan arah" lanjutnya lagi sambil memeluk nisan ibunya Kini yang terdengar hanyalah tangisan yang menyatu dengan hujan... "Arghhh sial! Tuhan selalu saja tak adil kepadaku! Aku tak lagi percaya kepadamu!" Teriaknya frustasi lalu ia pergi meninggalkan tempat itu. "Jika diri ini tak tahu lagi arah, lalu kemana aku harus pergi melangkah?"~Arvie Anggara~
All Rights Reserved
#9
arahlangkah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • Halaqah Rasa
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • ALRIN
  • HARUSKAH KU PERGI
  • RION IS MY MANTAN!
  • Tahajud Cinta Kayra (REVISI)
  • Cover Me🕊️
  • Bukan Negeri Dongeng
  • COMPLICATED
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines