arka & kyara

arka & kyara

  • WpView
    MGA BUMASA 1
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Apr 10, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"lo bercanda kan ar?" tanya ara "emng muka gw keliatan bercanda gtu?" tanya balik arka sambil memakai helmnya dan menyalakan mesin motornya "tunggu!" panggil cepat ara saat arka hendak melakukan motornya, arka pun mematikan motornya lalu membuka kaca helm nya "apa lagi?!" ucapnya sedikit tegas, mungkin dia sedang dalam mood yang kurang baik "gw nebeng boleh ya?" ucap gw memohon dgn puppy eyes seperti yg sering dilakukan oleh bianca, karna angkot jarang lewat, kenzo udh plng dluan "iya dah, cepetan naik! atau gw tinggal" arka tidak tega melihat ara pulang sendiri jdi ia perbolehkan pulang bersamanya, mendengar hal itu ara langsung menaiki motor sport milik arka yg tinggi, karna paha ara terlihat jelas, arka memberikan jaketnya untuk menutupi paha ara "makasii arkaa" ucap ara saat arka memberikan jaketnya, setelah itu arka menyalakan motornya dan melajukannya ke luar area sekolah dgn kecepatan sedang karna ia membawa seorang wanita
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Argithan √
  •  CHIKA IS MINE
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Zoya adalah Venus• {END}
  • Happiness [End]
  • possessive Posesif Boyfriend
  • Anak Sekolahan ( END ) ✔️
  • My Fierce Step Sisters
  • CRAZY GIRL (END)
  • ARFA (Arka Fauza) END

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman