Aisyah-ku

Aisyah-ku

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 26, 2021
"Ay, kalo saya suka sama kamu, boleh?" Pertanyaan itu keluar dengan sangat lancar. Dia tidak memikirkan betapa berdebar nya hati Aisyah, sampai membuat Aisyah ingin pingsan sekarang juga. "Ay! Ay" Rizki mengibaskan tangan nya tepat di depan wajah Aisyah yang melamun. "Eh" Aisyah terkejut. Dia sudah tidak kuat, rasanya dia ingin pergi dari hadapan Rizki sekarang juga. "Kata ayah, Ay gak boleh pacaran" jawab Aisyah gugup. "Hah? Lagian siapa yang ngajakin kamu pacaran?" "Saya juga tau kok, pacaran itu haram. Ayah kamu gak mungkin ngebolehin kamu pacaran" lanjut Rizki. "T-terus?" Tanya Aisyah terbata bata. "Nanti, kalo kamu udah lulus sekolah, boleh saya nikahin kamu?" Duarr! Rasanya, jantung Aisyah ingin copot sekarang juga. Jantung nya berdegup sangat cepat sampai sampai membuat Aisyah sulit untuk bernafas. ____¤____ Baca cerita nya kalau mau tau lanjutan nya:)
All Rights Reserved
#491
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hijrah Cinta Aisyah (Selesai)
  • Janji Sepasang Bintang (SELESAI)
  • DALAM DIAMKU ADA CINTANYA {END}
  • ALESYA (END)
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]
  • CAHAYA DARI ALYSSA [Sudah Terbit]
  • My Lecturer Is My Husband?✅
  • Moonlight Glow in the Heart [On Going]
  • cinta tulus arka
  • Cinta untuk pak Dosen![Completed/Revisi]

Kisah ini bercerita tentang sosok Aisyah. Gadis manis perpaduan Minang dan Sunda, beralis mata lentik, hidung mancung dan fisik yang sempurna. Tak muluk-muluk cita-citanya, ia ingin menikah. Pernikahan yang dinanti sudah benar-benar dekat, sayang takdir menginginkan lain. Ia gagal menikah tepat 3 minggu sebelum hari H. Allah menyayangi Aisyah, benar-benar sayang padanya. Allah tunjukan sifat asli calon suaminya yang sebelumnya ia anggap sempurna itu sebelum ijab sah. Aisyah kecewa, sedih dan marah. Ia menumpahkan air matanya memohon belas kasih Allah semata. Pertemuannya dengan seorang teman SD bisa dibilang adalah awal hijrahnya, meski bisa dibilang awalnya ia hijrah dengan niat yang salah, namus seiring berjalannya waktu Allah yang menuntun hatinya untuk kembali bersih. Aisyah selalu bersikap tegas terhadap laki-laki. Ia tak pernah mau hanya berduaan dengan mereka. Aisyah sadar bahwa sekuntum bunga mawar indah yang sedang merekah, setelah dipetik maka akan sangat cepat layunya. Dan setelah itu ia tak akan mungkin bisa kembali segar meski sudah disiram dengan air zam-zam sekalipun. ALLAH mengiriminya seorang lelaki baik, tanpa proses pacaran mereka akan menikah, tapi, keperawanannya tiba2 dipertanyakan. Akankah Aisyah mampu melewatkan semuanya? Silahkan dibaca, komentar membangun dari akhi wa ukhti fillah sangat dinanti

More details
WpActionLinkContent Guidelines