Selamat Tinggal

Selamat Tinggal

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsnovel
Val lelaki yang sangat mencintai Vin, namun sikap Vin berubah setelah dikenalkan seorang pria kaya pilihan ibunya. Akibatnya, sesuatu yang tak pernah Val harapkan terjadi padanya, perpisahan. perpisahan itu membekas. Terluka. Bahkan sangat sakit. Yah, sebut aja si centil mengesalkan itu Erika Putri Lestari. Seorang perempuan yang super duper aneh kelakuannya, selalu bikin jengkel hati Val. Apalagi kalau Erika sudah berbicara, mulutnya tak akan berhenti kecuali semua yang dia minta sudah dituruti. Apa kisah selanjutnya? Apakah Val akan pindah kelain hati atau masih tetap setian pada satu cinta, yaitu Vin.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt Girl! (Completed)
  • Sebatas Memeluk Raga.
  • Vanilla
  • (1) Sel On The Love [Completed]
  • Become Baby Boy✓
  • The TASTE [COMPLETE]
  • BabysitterBoy

🚫PERINGATAN! CERITA INI MENGURAS EMOSI🚫 [TELAH TERBIT]✓ LENGKAP✓ Utamakan Follow sebelum baca😑 # Sasha sudah benar-benar kesal dengan tingkah bodoh nya Arsen, sehingga amarah nya yang sudah ia tahan sejak lama pun kini tidak bisa ia tahan lagi. "Kamu pilih aku atau perempuan jalang itu?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang sedikit tinggi. Seketika rahang Arsen mengeras saat mendengar kata jalang dari mulut Sasha. "JAGA MULUT KAMU!" Teriak Arsen seraya menunjuk kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum miring. Walau sebenarnya ia merasakan sesak didalam hatinya. "Dan asal lo tau, dia itu baik. Lebih baik dari pada lo!" Lanjut Arsen dengan tegas. Tubuh Sasha tiba-tiba mematung. Apa yang diucapkan Arsen benar-benar melukai hatinya. Karena Arsen telah membandingkan kekasihnya sendiri dengan wanita lain. "Dan satu lagi, dia itu bukan perempuan jalang!" Ucap Arsen. Sasha yang dari tadi hanya diam membisu, kini ia membuka suara. "Lalu, kalo dia bukan jalang apa? Perempuan yang gak punya hati kaya dia pantasnya disebut apa? Pelakor? Atau perebut kebahagiaan orang?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang meninggi. Plak. Arsen menampar pipi Sasha dengan keras. Sehingga Sasha pun merasakan panas dicampur rasa sakit dipipinya. Tubuhnya bergetar, air matanya menetes. Ia memegang pipinya yang memerah itu. Ia menatap Arsen lekat, ia benar-benar tidak percaya jika Arsen melakukan itu pada dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines