Menjenguk Rumah

Menjenguk Rumah

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 23, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Ibu telah meninggal. Mempertimbangkan Bapak dan adik lelakinya yang hidup tanpa kehadiran perempuan di rumah, Maura memutuskan pulang. Jakarta barangkali bukan peruntungannya. Pulang adalah tentang rumah. Tentang peristirahatan yang membuatmu aman dan nyaman. Setelah tinggal beberapa lama di sana, Maura tidak yakin apakah rumah itu tempat seharusnya ia pulang.
All Rights Reserved
#246
jakarta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FAIR UNFAIR
  • Little Sister || End || PROSES TERBIT
  • Rindu rumah [END]
  • Jakarta, Katanya (Completed)
  •    Rumah Kardus
  • Home
  • Bukan Rumah
  • Toko Kelontong Chia (Selesai)
  • Aruna to Anastasya [END]✓
  • RUMAH TENGAH

*Pemenang Grassmedia Fiction Challenge 2020* Kata Praska, Maura itu bodoh dan selalu melakukan segala hal berdasarkan prinsip tapi tanpa pertimbangan. Jadi, saat Maura kehilangan pekerjaan dan membawa pulang beban hutang yang banyak sekali kepada kantor, menurut Praska hal itu terjadi mutlak karena kebodohan Maura sendiri. Praska ingin Maura berubah jadi perempuan yang melihat segala hal dengan perhitungan jangka panjang. Lalu bagaimana jika dalam perjalanan membebaskan diri kungkungan masalah, Maura justru diharuskan bekerja untuk pengidap narkolepsi, Christopher Park, seorang pemuda asal Korea yang butuh referensi budaya Indonesia demi karir dan gelar pendidikannya? Maura harus menemani Chris mendalami rupa-rupa Indonesia sesuai daftar kegiatan yang ada di bukunya, Maura juga harus mengumpulkan banyak uang, dan terakhir, Maura ingin menyelamatkan masa depan percintaannya dengan Praska. Tapi apakah benar, Maura hanya perlu menahan rasa kecewa sebentar saja? Apakah masalahnya bisa diselesaikan dengan mudahnya? Apakah semua yang dijalani Maura sudah bisa dikatakan adil? Atau malah sama sekali tidak adil? Warm Regards, Akhiriana Widi

More details
WpActionLinkContent Guidelines