Gejala Taaruf

Gejala Taaruf

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 11, 2021
Ini hanya kisah lucu bercampur romance dari seorang Ayara Tanisha pemilik biro taaruf. Hingga suatu petaka menemukannya dengan Abimanyu Kastara. "Mas... mas... kamu masih jomblo kan?" "Apa urusan kamu?" "Urusan saya adalah, saya akan mencarikan masnya jodoh, siapa tahu Allah nitipin jodoh mas melalalui cv yang ada di biro saya, hehe." "Kamu bekerja di biro jodoh atau bank? Saya baru tahu biro jodoh ada modelan pegawai cari nasabah kayak kamu." Ayara memberengut kesal, "pantes belum nikah, galak sih." gerutunya pelan. "Tapi tenang mas, jaman sekarang banyak cewek naksir sama laki-laki yang dingin ala-ala CEO. Jadi mas pasti bisa bertemu jodohnya. Yukk bisa yukk." "Dasar gila." katanya ketus lalu pergi meninggalkan Ayara.
All Rights Reserved
#10
rohis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Romance of Love and Hate
  • Imam Rahasiaku [TERBIT]
  • Tahajjud Cinta [END]
  • Zul [SEGERA TERBIT]
  • Jodoh Pilihan Allah [END]
  • OPACRAPHILE [End]
  • B [Completed]
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]
  • Bidadari Salju [REVISI]

Humaira Fatiha (Bobo) telah mengerahkan segenap tenaga untuk meninggalkan Xavier Ghazali dua tahun lalu. Ia memulai hidup sebagai mahasiswi biasa program magister dan membuka bisnis di bidang kuliner. Akan tetapi, seolah langit tidak berpihak padanya. Kisah klasik perjodohan telah memaksa Bobo kembali pada kekasih lama. *** Garis takdir yang awalnya terputus akhirnya kembali menyatu lewat adegan bernuansa romance comedy berlatar kamar si lelaki bermata elang, berparas tampan, dan berbibir ranum. "XAVIER MINGGIR! Aku kebelet pipis. Ya Allah aku udah mau ngompol ini." Bobo merengek. Ia mendorong Xavier sekuat tenaga, tetapi tubuh lelaki itu tidak bergeser. "Xavier!" ujar Bobo kembali penuh penekanan. "Gak mau." "Bisa-bisa aku pipis di sini. GUSTI ALLAH SINGKIRKAN MANUSIA AKHKAKLESS INI! PLEASE!" Bobo meminta sambil berteriak sekuat tenaga. Membuat Tuhan pun sedikit bingung menginterpretasikannya sebagai permohonan atau paksaan. "Pipis aja, aku punya stok celana banyak." Bobo menganga mendengar ucapan Xavier yang begitu frontal. "Kan celananya punya laki-laki Sapieeer. Lagian pasti bekasmu, gak mau. Cepetan bangun! Satu... dua... tiga..., bangun!" teriak perempuan bertubuh gemuk itu kembali. Akan tetapi Xavier tak kunjung menuruti. "Ya gak papa. Celanaku bisa dipakai perempuan ataupun laki-laki. Ada kok yang masih baru. Tapi kalau kamu minta bekasku ya boleh." Bobo semakin naik pitam usai mendengar ucapan lelaki yang memeluknya. "HIIIIIH." Akhirnya perempuan bermata indah itu menjambak rambut Xavier. Kemudian memindah tubuh lelaki itu. Dia menggigit tangan lelaki di atasnya sekuat tenaga. "AWWW, DASAR MANUSIA SINGA!" *** Sekian, silakan baca cerita lengkapnya di chapter satu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines