Farzad Capabilities

Farzad Capabilities

  • WpView
    Reads 1,972
  • WpVote
    Votes 226
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 8, 2022
"Tolong, jangan membuatku semakin pusing dengan teka-teki absurdmu!" tegas seorang pria tersebut. "Kau saja yang payah, teka-teki segampang itu aja ga mampu kamu pecahkan!" ejeknya. Seketika langit yang tadinya cerah berubah menjadi mendung. Perubahan reaksi pada pria tersebut menggambarkan bahwa ia tengah di landa rasa kesal. Bagaimana tidak? sudah di bantu bukannya terima kasih malah makin merepotkan! Huft, ga sadar diri! "Kalau kau hebat, buktikan dengan kemampuan payahmu itu!" ejeknya lalu menghilang entah kemana. "Otakku boleh minim tapi akhlakku jangan," batinnya yang terus saja menahan gejolak amarah pada dirinya. "Akan ku buktikan bahwa teka-teki menyebalkan itu bisa terpecahkan!" tekadnya. Farzad Capabilities
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • CLara
  • Suck It and See (Complete)
  • Belia & Keandra (END)
  • AMEERA [ON GOING]
  • verlies
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • CENGKRAMAN DIRGA'S

TERSEDIA JUGA DI GOODNOVEL DENGAN JUDUL MUNAJAT PERAWAN TUA "Untuk apa kamu cemas? Apa putrimu terlibat masalah?,"tanyaku. "Apa aku harus mengatakan dengan jelas? Apa menurutmu sekalipun kamu tidak peduli dengan sekitar tidak akan ada yang peduli denganmu?,"tanya Dirga membuatku mengambil tangannya. "Terima kasih sudah membantu. Aku berhutang budi padamu,"ucapku enggan berkilah. "Jangan mengatakan hutang budi, jika kamu tidak mau membayar,"ucap Dirga. "Kalau begitu katakan. Apa yang bisa ku lakukan untuk membayarnya?,"tanyaku. "Menikahlah dengan ku,"ucap Dirga membuatku melepaskan tangannya. "Apa kamu sudah gila? Kamu pria yang sudah menikah, Dirga. Kamu terlalu jauh,"ucapku memalingkan wajah. "Tapi aku duda,"skak Dirga membuat wajahku pucat seketika. -&- Setiap knot kecepatan melaju menembus Cakrawala, sejauh itu cinta yang ku tinggalkan di setiap jejak awan. Saat roda-roda pesawat tidak lagi menapak di ujung landasan, tersisa lah keikhlasan menerima semua takdir. Berpangku pada bait ayat Allah yang terus terlantun merdu. Tingginya langit yang bisa ku tembus tidak membuatku sedekat sujud di penghujung sajadah. Jika serdadu hanya bisa mematahkan senapan di ujung pertempuran dan cendekiawan yang saling beradu argumen di atas meja mematahkan kebingungan. Lantas apakah tidak mungkin meminta Pencipta ku mematahkan takdir yang menjerat? Update seminggu 2 kali😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines