I Love You MATEMATIKA!!

I Love You MATEMATIKA!!

  • WpView
    Leituras 4
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 11, 2021
"Gue benci matematika!" teriak Nara dengan lantang. Sedangkan cowok di sampingnya hanya menatap jengah. "Mana ada orang benci tapi ngerjainnya tidap hari," cibir cowok itu. "Karena ketika gue ngelakuin hal yang gue benci, tanpa sadar gue lupa sama seseorang yang bener-bener gue benci." *** Nara pernah sangat membenci matematika hingga membuatnya pusing hanya dengan melihat angka. Dia juga pernah sangat mencintai matematika hingga membuatnya tergila-gila untuk mengerjakannya. 11-04-2021 Cover by ayr_graphic
Todos os Direitos Reservados
#134
matematika
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dua Dua Bersama Rama
  • ALBARA [END]
  • Novel Di Dalam Novel
  • Oh My Mentor!
  • Rintik Hujan
  • VIRGO
  • Infinity [TERBIT]
  • Fight Smart [SELESAI]
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Aksara [VERSI PDF FULL]

Aku bertemu denganya ditahun 2020 setelah itu aku tak melihatnya dan bahkan tak perna mendengar namanya disebut lagi, hingga ditahun 2021 dia kembali hadir, dihari itulah menjadi hari bahagiaku bahkan dengan hadirnya membuatku semangat untuk hidup lebih lama lagi. Dua dua yang sering juga disebut dua puluh dua adalah angka yang membuat kami memulai banyak hal,mulai dari tertawa,menangis, maupun marah. Ada banyak moment yang telah kami lewati, aku mungkin tak dapat mengingatnya secara pasti, namun aku akan tetap menuliskan beberapa yang ada dalam ingatanku tentang nya. Aku mengaguminya hampir dua tahun sebelum kami bersama, lalu aku kembali bertemu dengannya kembali di bangku SMA kelas 2 beberapa tahun yang lalu Dan Dua tahun juga menjadi tahun yang paling membahagiaku meski banyak pertengkaran tapi lebih banyak tertawa bersamanya. Bahkan dua kotapun masih saling menghubungkan kami, menjadi saksi kita perna melewati hari hari penuh tawa. Sebuah angka yang endingnya tak bisa kami tebak, hanya sebuah angka yang kami sendiri tak bisa mengerti, seperti halnya aku menyukai angka dua namun juga membencinya. "Kembali lah ram tetesan rinduku kini hampir menjadi lautan rindu."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo