We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
I Love You MATEMATIKA!!

I Love You MATEMATIKA!!

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue benci matematika!" teriak Nara dengan lantang. Sedangkan cowok di sampingnya hanya menatap jengah. "Mana ada orang benci tapi ngerjainnya tidap hari," cibir cowok itu. "Karena ketika gue ngelakuin hal yang gue benci, tanpa sadar gue lupa sama seseorang yang bener-bener gue benci." *** Nara pernah sangat membenci matematika hingga membuatnya pusing hanya dengan melihat angka. Dia juga pernah sangat mencintai matematika hingga membuatnya tergila-gila untuk mengerjakannya. 11-04-2021 Cover by ayr_graphic
All Rights Reserved
#199
matematika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karena Katrina
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]
  • happy ending  Versi Ku Kapan?.
  • Novel Di Dalam Novel
  • VIRGO
  • I'm Not Stupid
  • Oh My Mentor!
  • Infinity [TERBIT]

Katrin sebel banget sama Pak Anjar, guru matematikanya yang doyan diskriminasi itu. Gara-gara nilai ujian matematikanya yang di bawah standar, dia harus berurusan dengan Garvin atas perintah bapak itu. Garvin itu memang luar biasa pintar. Segala rumus matematika sudah ia hapal di luar kepala. Pelajaran lain pun mampu ia kuasai dengan baik. Poin plusnya, dia punya tampang cakep yang bisa bikin cewek mana pun terpesona. Sayangnya, cowok itu kelewat serius! Menurut Katrin, diajarin matematika oleh Garvin itu udah kayak didikte oleh Hitler. Nyeremin! Image-nya sih cool, tapi sekali ngomong, langsung bikin Katrin pengin lempar kursi saking emosinya. Dan yang bikin Katrin rasanya mau terjun bebas, cowok itu meremehkan hobi menggambarnya. Katanya, Katrin nggak mungkin jadi orang sukses hanya dengan modal nyoret kanvas di Ipad kesayangannya doang. Katrin sebel, jengkel, dongkol, dan sebangsanya. Tapi yang bisa dia lakukan hanyalah mengelus dada sabar. Mendebat cowok itu sama saja berusaha berbicara menggunakan bahasa Alien karena hanya bikin bingung, pusing dan sia-sia. Katrin berharap penderitaannya di kelas matematikanya segera berakhir. Ya kali dia bisa tahan berurusan lebih lama lagi dengan makhluk bermuka datar itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines