UNDER WAY [HIATUS]

UNDER WAY [HIATUS]

  • WpView
    Reads 522
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 12, 2022
Bahkan sejak Atfer terpecah belah, sulit bagi Brightanyfer dan Darkpityfer saling menatap satu sama lain. Seolah perbatasan yang mereka buat, menjadi hal paling utama yang harus dipertahankan untuk menjaga Atfer tetap tenang. Usaha yang dilakukan Bloue nampaknya hampir gagal, jika sebuah kekuatan tidak datang tepat waktu. Kekuatan yang akan selalu menang melawan apapun dan tidak akan menghancurkan musuh dengan cara tragis. Kekuatan dari seseorang yang selalu menginginkan dunia kembali damai dan nyaman. Dan berkat kekuatan itu, seluruh hal yang sudah terpecah belah bahkan hancur, kembali utuh menjadi satu kesatuan yang akan terus menerus bertahan hingga akhir dari dunia. ___________________________________________ Don't copy our story! 21/04/13 Nabilalitha & Anindya281212 Special Ramadhan Stories #COWR_event #OnedayOneChapter Rate: // [1] dalam "Imajinasi" [21/04/14]
All Rights Reserved
#61
tegang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Pain of the Slayer
  • (Book 2) Pertarungan Terakhir di Bhumi Javacekwara (END)
  • Elementum
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • Antara Nada dan Lensa
  • Legend of the Sun and Moon
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines